Filsafat eksistensialisme

Buku ini menuliskan bahwa ilusi tentang kebebasanmanusia hancur berantakan oleh berbagai malapetaka dalam sejarah umat mausia. Kemudian pemikiran-pemikiran filsuf terdahulu pun turut menghancurkan kebebasan manusia itu. Dalam analisis filsafat terdahulu, manusia dijadikan obyek pemikiran, bersifat i...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Dagun, Save M.
Format: Partitur/Praktek Musik
Language:Indonesian
Published: Rineka Cipta 1990
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13487
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-13487
record_format oai_dc
spelling isilib-134872014-02-18T10:57:04Z Filsafat eksistensialisme Dagun, Save M. Rineka Cipta 1990 id Partitur/Praktek Musik http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13487 140 Buku ini menuliskan bahwa ilusi tentang kebebasanmanusia hancur berantakan oleh berbagai malapetaka dalam sejarah umat mausia. Kemudian pemikiran-pemikiran filsuf terdahulu pun turut menghancurkan kebebasan manusia itu. Dalam analisis filsafat terdahulu, manusia dijadikan obyek pemikiran, bersifat impersonal dan bastrak. Seolah-olah si pemikir tidak memikirkan dirinya yang konkret. Gerakan eksistensialisme muncul sebagai gerakan protes terhadap filsafat sebelumnya. Pendukung aliran ini menuduh filsafat tradisional bersifat dangkal dan bersifat akademik yang jauh dari kehidupan nyata. Filsafat eksistensialis memandang segala gejala berpangkal pada eksistensi. Dan titik sentralnya adalah manusia. Benda-benda di dunia tidak mempunyai arti jika tidak ada manusia. Manusia menyadari dirinya dan lingkungannya sedangkan benda-benda tidak. Jakarta 116 h.; 21 cm NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic NONE
spellingShingle NONE
Dagun, Save M.
Filsafat eksistensialisme
description Buku ini menuliskan bahwa ilusi tentang kebebasanmanusia hancur berantakan oleh berbagai malapetaka dalam sejarah umat mausia. Kemudian pemikiran-pemikiran filsuf terdahulu pun turut menghancurkan kebebasan manusia itu. Dalam analisis filsafat terdahulu, manusia dijadikan obyek pemikiran, bersifat impersonal dan bastrak. Seolah-olah si pemikir tidak memikirkan dirinya yang konkret. Gerakan eksistensialisme muncul sebagai gerakan protes terhadap filsafat sebelumnya. Pendukung aliran ini menuduh filsafat tradisional bersifat dangkal dan bersifat akademik yang jauh dari kehidupan nyata. Filsafat eksistensialis memandang segala gejala berpangkal pada eksistensi. Dan titik sentralnya adalah manusia. Benda-benda di dunia tidak mempunyai arti jika tidak ada manusia. Manusia menyadari dirinya dan lingkungannya sedangkan benda-benda tidak.
format Partitur/Praktek Musik
author Dagun, Save M.
author_facet Dagun, Save M.
author_sort Dagun, Save M.
title Filsafat eksistensialisme
title_short Filsafat eksistensialisme
title_full Filsafat eksistensialisme
title_fullStr Filsafat eksistensialisme
title_full_unstemmed Filsafat eksistensialisme
title_sort filsafat eksistensialisme
publisher Rineka Cipta
publishDate 1990
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13487
_version_ 1741196678977814528