Representasi Konsep Angkringan pada Interior Cafe Tiga Tjeret Solo Ditinjau dari Aspek Karateristik Visual

Hasil penelitian menunjukkan interior Cafe Tiga Tjeret menggunakan atribut yang ada pada angkringan dan direpresentasikan melalui bentuk pikulan, bentuk terpal, dan bentuk penyajian makanan. Bentuk-bentuk tersebut divisualkan melalui garis lurus dan bidang persegi pada furnitur (kitchen set, meja bu...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: PRIYAYUDHA, Kama Kharismawisesa, INDRA, Hartoto
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSR ISI Yogyakarta 2001
Subjects:
DI/
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=17071
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Hasil penelitian menunjukkan interior Cafe Tiga Tjeret menggunakan atribut yang ada pada angkringan dan direpresentasikan melalui bentuk pikulan, bentuk terpal, dan bentuk penyajian makanan. Bentuk-bentuk tersebut divisualkan melalui garis lurus dan bidang persegi pada furnitur (kitchen set, meja buffet, meja kasir, meja dan kursi makan) serta elemen dekorasi (tirai, pigura, poster, cermin). Teko (ceret) direpresentasikan melalui elemen dekorasi wastafel dan downlight. Tungku (anglo) direpresentasikan melalui alat pemanggang dengan bara api (grill). Tekstur kayu angkringan direpresentasikan melalui penerapan material kayu pada sebagian besar furnitur. Warna angkringan direpresentasikan melalui warna panas yang berkesan hangat. Pencahayaan lampu berbahan bakar minyak tanah (senthir) direpresentasikan melalui candle light dan lampu gantung yang berkesan intim. Selain dalam atribut visual tersebut, terdapat representasi suasana angkringan yang diperoleh melalui penggunaan barang-barang bekas yang membangkitkan nostalgia akan masa lalu. Suasana angkringan didominasi oleh kesederhanaan dan keakraban, begitu pula suasana kafe ini