Penciptaan Topeng

Pada masa lampau, topeng diciptakan sebagai suatu hasil seni yang fungsional seklaigus bermakna simbolis. Fungsional dalam arti, topeng diciptakan untuk kepentingan pertunjukan, sedangkan bermakna simbolis, topeng menunjukkan karakter tertentu dari penggambarannya. Kesenian topeng adalah salah satu...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: PURWANTO
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSR ISI Yogyakarta 2012
Subjects:
KK
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=18908
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-18908
record_format oai_dc
spelling isilib-189082015-04-14T08:20:33Z Penciptaan Topeng PURWANTO Wayang Kulit Purwa. Topeng Panakawan FSR ISI Yogyakarta 2012 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=18908 KK/Pur/p/2012 Pada masa lampau, topeng diciptakan sebagai suatu hasil seni yang fungsional seklaigus bermakna simbolis. Fungsional dalam arti, topeng diciptakan untuk kepentingan pertunjukan, sedangkan bermakna simbolis, topeng menunjukkan karakter tertentu dari penggambarannya. Kesenian topeng adalah salah satu bagian dari seni rupa tradisional yang masih tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai benda hias maupun benda pakai. Seni topeng merupakan seni tradisi yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Dalam wayang kulit purwa, tokoh punakawan hadir dalam bentuk karakteristik yang berbeda-beda, sebagai abdi atau pamong, penasehat, pelindung, media penerangan, penghibur, dan pembantu bagi satria asuhannya. Disamping itu panakawan adalah perlambang suara rakyat dan sebagai sarana informasi karena dengan tokoh ini segala himbauan, ajakan maupun pemberitahuan akan mudah diterima oleh masyarakat luas. Sembilan tokoh panpakawan wayang kulit purwa di antaranya Semar, Gareng, Petruk, Bagong sebagai pamong tokoh satria. Togog dan Bilung sebagai pendherek raja-raja berwatak jahat. Limbuk dan Cangik sebagai abdi dalam istana keputren. Cantrik adalah sebagai panakawan para resi atau pendeta. Penggambaran tokoh Panakawan mencerminkan sifat-sifat dan karakter manusia yang khas sehingga wayang kulit menjadi karya seni yang penuh nilai, baik filosifi, simbolis, edukatif, etika dan estetika. Penciptaan topeng panakawan tanpa meninggalkan wanda wayang kulit purwa. Penciptaan karya ini memiliki tujuan salah satunya untuk turut serta dalam pelestarian seni pewayangan dan mampu memperkaya khasanah budaya khususnya di dalanm eksistensi seni kriya Indonesia. Dengan terciptanya topeng panakawan ini dapat difungsikan sebagai hiasan maupun untuk seni pertunjukan. Yogyakarta xvii, 94 h.; ill.; 30 cm. KK http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Wayang Kulit Purwa.
Topeng Panakawan
KK
spellingShingle Wayang Kulit Purwa.
Topeng Panakawan
KK
PURWANTO
Penciptaan Topeng
description Pada masa lampau, topeng diciptakan sebagai suatu hasil seni yang fungsional seklaigus bermakna simbolis. Fungsional dalam arti, topeng diciptakan untuk kepentingan pertunjukan, sedangkan bermakna simbolis, topeng menunjukkan karakter tertentu dari penggambarannya. Kesenian topeng adalah salah satu bagian dari seni rupa tradisional yang masih tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat yang berfungsi sebagai benda hias maupun benda pakai. Seni topeng merupakan seni tradisi yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Dalam wayang kulit purwa, tokoh punakawan hadir dalam bentuk karakteristik yang berbeda-beda, sebagai abdi atau pamong, penasehat, pelindung, media penerangan, penghibur, dan pembantu bagi satria asuhannya. Disamping itu panakawan adalah perlambang suara rakyat dan sebagai sarana informasi karena dengan tokoh ini segala himbauan, ajakan maupun pemberitahuan akan mudah diterima oleh masyarakat luas. Sembilan tokoh panpakawan wayang kulit purwa di antaranya Semar, Gareng, Petruk, Bagong sebagai pamong tokoh satria. Togog dan Bilung sebagai pendherek raja-raja berwatak jahat. Limbuk dan Cangik sebagai abdi dalam istana keputren. Cantrik adalah sebagai panakawan para resi atau pendeta. Penggambaran tokoh Panakawan mencerminkan sifat-sifat dan karakter manusia yang khas sehingga wayang kulit menjadi karya seni yang penuh nilai, baik filosifi, simbolis, edukatif, etika dan estetika. Penciptaan topeng panakawan tanpa meninggalkan wanda wayang kulit purwa. Penciptaan karya ini memiliki tujuan salah satunya untuk turut serta dalam pelestarian seni pewayangan dan mampu memperkaya khasanah budaya khususnya di dalanm eksistensi seni kriya Indonesia. Dengan terciptanya topeng panakawan ini dapat difungsikan sebagai hiasan maupun untuk seni pertunjukan.
format Tugas Akhir
author PURWANTO
author_facet PURWANTO
author_sort PURWANTO
title Penciptaan Topeng
title_short Penciptaan Topeng
title_full Penciptaan Topeng
title_fullStr Penciptaan Topeng
title_full_unstemmed Penciptaan Topeng
title_sort penciptaan topeng
publisher FSR ISI Yogyakarta
publishDate 2012
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=18908
_version_ 1741197764648239104