Penyutradaraan drama musikal Sweeney Todd: The Demon Barber of the Fleet Street karya Christopher Bond terjemahan Bakdi Soemanto

Dalam tulisan ini disebutkan bahwa menyutradarai drama musikal yang berbeda dengan bentuk pertunjukan lain harus memiliki kepekaan rasa, musikal, gerak, dan akting yang lebih. kemudian melewati tahap pengendapan dan kesuntukan mengolah naskah dengan tujuan hasil yang lebih matang. Sutradara harus me...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: HOLLE, Husni Wardana
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yogyakarta 2012
Subjects:
TE
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=19624
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Dalam tulisan ini disebutkan bahwa menyutradarai drama musikal yang berbeda dengan bentuk pertunjukan lain harus memiliki kepekaan rasa, musikal, gerak, dan akting yang lebih. kemudian melewati tahap pengendapan dan kesuntukan mengolah naskah dengan tujuan hasil yang lebih matang. Sutradara harus mempersiapkan strategi khusus dalam perancangan pertunjukan. sebagai contoh, berdasarkan pengalaman penulis, proses sebuah pertunjukan pada umumnya menggarap ilustrasi musik setelah separuh perjalanan proses, bahkan ada yang hampir menjelang pementasan. Sedangkan drama musikal justru sebaliknya, penggarapan lagu dan musik dijalani sejak awal proses setelah itu tahap pengadeganan dapat dilakukan. Kondisi dilapangan terkadang berbeda dengan yang telah dirancang, dan ini membutuhkan ketegasan sikap untuk menentukan keputusan, seperti target penyelesaian properti yang jauh dari recana maka sutradara harus menemukan solusi dan cadangan rencana yang dikenal sebagai plan-B.