Analisis gaya Yogyakarta tari Gambyong pareanom versi Mangkunegaran.
Pengaruh Eropa berawal sejak datangnya para pedagang Portugis yang kemudian disusul dengan hadirnya orang - orang Belanda akhir abad 16. Peninggalan tersebut sampai sekarang bisa kita saksikan dalam berbagai bentuk seni, terlihat pada musik militer. Musik militer di Keraton Yogyakarta muncul sejak...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSP ISI Yogyakarta
2008
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=21288 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Pengaruh Eropa berawal sejak datangnya para pedagang Portugis yang kemudian disusul dengan hadirnya orang - orang Belanda akhir abad 16. Peninggalan tersebut sampai sekarang bisa kita saksikan dalam berbagai bentuk seni, terlihat pada musik militer. Musik militer di Keraton Yogyakarta muncul sejak masa pemerintahan Hamengku Buwono I ( 1755 - 1792 ). Beberapa komposisi musik untuk mengiringi tari Bedhoyo dan Srimpi yang menggunakan instrumen musik Barat seperti : Genderang, trombone, trumpet dan kadang - kadang klarinet. Pelakunya orang Jawa dan Tionghoa. Bahkan di sebelah Timur Keraton terdapat Kampung Musikanan dahulu kompleks rumah abdidalem Musik Keraton. Selain itu ada juga Orkes Keraton, Orkes Societeit, Orkes Radio, perkumpulan kesenian, Seminari Canisius dan peran toko - toko musik. Setelah era kemerdekaan thn. 1952 Sekolah Musik Formal yang pertama didirikan di Yogyakarta ( SMIND ). |
---|