Wayang kulit purwa gaya Kedu ditinjau dari aspek Propinsi, seni tatah & sungging
Wayang kulit gaya Kedu mempunyai spesifikasi dalam maslah proporsi, motif / ragam hias dalam seni tatah maupun dalam teknik sunggingnya. Dalam aspek proporsi, selain ukurannya yang sedikit lebih besar dibanding wayang kulit pada umumnya (dalam hal ini dibanding wayang kulit gaya Surakarta & Yogy...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
Balai penelitian ISI Yk
1989
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=25404 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Wayang kulit gaya Kedu mempunyai spesifikasi dalam maslah proporsi, motif / ragam hias dalam seni tatah maupun dalam teknik sunggingnya. Dalam aspek proporsi, selain ukurannya yang sedikit lebih besar dibanding wayang kulit pada umumnya (dalam hal ini dibanding wayang kulit gaya Surakarta & Yogyakarta).Pada masalah seni tatah, satuan teknik tatah maupun prinsip penerapannya tidak berbeda dengan wayang kulit gaya Surakarta & Yogyakarta. PErbedaan yang ada justru pada motif hiasnya, misalnya : bentuk sumping, bentuk motif kelat bahu, bentuk motif praba dsb. Sedangkan pada aspek seni sunggingnya, satuan teknik sungging yang diterapkan tidak terlalu banyak macamnya. Satuan teknik sungging yang dipergunakan hanya terdiri ari sunggingan blok (byor), sunggingan tlacapan, sunggingan cawen, sunggingan pelangi & sunggingan bludiran. |
---|