Lengger : Sebuah kajian dan perenungan pengembangan seni pertunjukan rakyat
Bagi masyarkat Banyumas, lengger merupakan serpihan tradisi yang tidak dapat hilang begitu saja, karena dianggap sebagai miliknya sebagai ciri khasnya / sebagai "cap" daerahnya, sehingga masih perlu dilesatarikan. Sebagian komunitasnya tetap merasa enggan berhubungan dengan sosok lengger,...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
Lembaga Penelitian ISI Yk
2000
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=25470 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Bagi masyarkat Banyumas, lengger merupakan serpihan tradisi yang tidak dapat hilang begitu saja, karena dianggap sebagai miliknya sebagai ciri khasnya / sebagai "cap" daerahnya, sehingga masih perlu dilesatarikan. Sebagian komunitasnya tetap merasa enggan berhubungan dengan sosok lengger, tetapi sebagian dari mereka tetap memerlukan kehadirannya dalam berbagai upacara & acara yang dianggap penting.Sebagai seni pertunjukan rakyat yang pada awalnya berkembang di daerah pedesaan, tidak mengherankan jika kesenian ini akrab dengan nilai-nilai budaya petani, yang pada masa lalu selalu dikaitkan dengan kepercayaan alam gaib & dunia roh. Nilai-nilai yang bersifat mistis menjadi petunjuk bahwa lengger berasal dari masa pra-Hindu, ayng dalam kaitannya dengan ritus kesuburan hubungan seksual antar laki-laki dengan perempuan diyakini sebagai cara untuk mewujudkan impian dalam mencapai keselarasan hidup. |
---|