Narsis

Narsis adalah sifat atau perilaku mencintai diri sendiri, bangga akan diri sendiri juga dapat diartikan sebagai sifat percaya diri yang berlebihan. Narisis dalam hal lain termasuk dari mitologi Narcisius yang dicintai oleh pra dewi-dewi salah satu diantaranya adalah Dewi Echo yang teramat sangat me...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: HAYATI, Realiska
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yogyakarta 2011
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=27654
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Narsis adalah sifat atau perilaku mencintai diri sendiri, bangga akan diri sendiri juga dapat diartikan sebagai sifat percaya diri yang berlebihan. Narisis dalam hal lain termasuk dari mitologi Narcisius yang dicintai oleh pra dewi-dewi salah satu diantaranya adalah Dewi Echo yang teramat sangat mencintai Narcissius namun ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan karena Narcissius menolak cintanya lalu kemudian Dewi Echo sakit hati dan pergi ke perbukitan gunung dan kesedihannya diketahui oleh dewinya dewi yaitu Dewi Nemesis dan kemudian Dewi Nemesis mengutuk Narcissus untuk mencintai dirinya sendiri. Pada suatu ketika Narcissus berjalan melintasi sungai Styc dan berhenti karena kagum melihat ada bayangan wajahnya di atas permukaan air sehingga keheranannya akan ketampanannya wajahnya sendiri, ia akan semakin mendekati permukaan sungai hingga akhirnya tenggelam dan mati dikutuk oleh para dewa menjadi bungan narsis.Gerak dasar dalam karya ini berpijak pada perilaku orang yang bercermin selain itu juga memunculkan simbol narsir berupa pigura yang memberikan pesan bahwa pigura sebagai media Narsis yang dekat dengan sifat narsis itu sendiri. Karya tari ini menggunakan musik playback recording yang merupakan tari kontemporer dan menampilkan suasana dramatik atas suita yang disusun dalam karya tari Narsis.Karya ini berdurasi 21 menit 45 detik disajikan di panggung prosenium jurusan tari Fakultas Seni Pertunjukkan Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada 14 dan 15 Januari 2011.