Makan di Mal
Pada mulanya keramik diproduksi untuk benda-benda kebutuhan sehari-hari atau sebagai benda fungsional. Perkembangan selanjutnya, keramik memiliki fungsi beraneka macam, ada yang sebagai benda hiasan, benda seni dan media ekspresi seni. Setelah itu, terus bermunculan karya-karya keramik ekspresif dan...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=27655 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Pada mulanya keramik diproduksi untuk benda-benda kebutuhan sehari-hari atau sebagai benda fungsional. Perkembangan selanjutnya, keramik memiliki fungsi beraneka macam, ada yang sebagai benda hiasan, benda seni dan media ekspresi seni. Setelah itu, terus bermunculan karya-karya keramik ekspresif dan berlanjut pada perkembangan dunia seni rupa kontemporer yang lebih beragam bentuk dan fungsinya. Keadaan ini tentu berdampak pada perkembangan dunia seni keramik. Maka, dalam tugas akhir ini saya ingin menciptakan keramik sebagai media ekspresi seni dengan memerhatikan tanda-tanda pada budaya kontemporer.Ide keramik saya, berawal dari ketika saya sedang antri makan goreng di mal data tahun 2010 bersama keluarga. Pada saat itu saya tertarik untuk mengamati perilaku manusia yang antri atau makan di food center mal tersebut. Makan bermula dari kebutuhan untuk bertahan hidup, terus berkembang. Bahkan makan telah menjadi fashion seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Perilaku manusia dalam mengkonsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan penulis visualisasikan dalam bentuk karya keramik dengan teknik kolamik.Teknik kolamik ini saya ciptakan sendiri, Teknik kolamik merupakan adaptasi dari teknik montase atau kolasi dalam seni rupa. Beberapa keramik yang saya ciptakan, saya rekatkan dengan barang readymades, memanfaatkan botol bekas sebagai perekatnya. Teknik perekatan dilakukan dengan cara membakar di dalam tungku keramik secara berulang-ulang. Selain itu, ditambahkan pula materialnya (mixed media) seperti: kaca, mika, besi, benang, kayu dalam rangkaian karya yang dirakit dan dipamerkan dalam bentuk instalasi dengan tujuan agar karya lebih mudah dipahami oleh penikmat seni. Perwujudan karya karamik ini merupakan keramik kontemporer yang terbuka pada paradigma kemungkinan kreatif, namun tetap menunjukkan jati diri dan karakter sebagai karya keramik. |
---|