Perancangan boneka bubur kertas dagadu bocah djokdja dengan mengangkat karakter anak sebagai prajurit keraton

Perancangan Boneka Bubur Kertas Dagadu Bocah Djokdja dengan Mengangkat Karakter Anak sebagai Prajurit Keraton.Pengetahuan akan prajurit Keraton pada generasi muda saat ini dirasa kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya media yang mengusung tema Prajurit Keraton. Karakter anak sebagai Prajurit Keraton...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: WIJAYANA, Anggun
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSR ISI Yogyakarta 2014
Subjects:
DK
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=28904
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Perancangan Boneka Bubur Kertas Dagadu Bocah Djokdja dengan Mengangkat Karakter Anak sebagai Prajurit Keraton.Pengetahuan akan prajurit Keraton pada generasi muda saat ini dirasa kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya media yang mengusung tema Prajurit Keraton. Karakter anak sebagai Prajurit Keraton dipilih untuk mendekati dunia anak, dengan tujuan memberikan pengetahuan mengenai nama dan bentuk Prajurit serta sejarah perjuangannnya sehingga mampu menanamkan sikap kepahlawanan dan rasa cinta budaya lokal hingga ia dewasa nanti.Perancangan media edukasi ini dilakukan untuk memberikan pilihan permainan yang edukatif untuk anak-anak usia 7-12 tahun. Perancangan ini dipersembahkan untuk Dagadu Bocah Djokdja, dimana karakter anak Prajurit Keraton ini nantinya mampu memberikan kontribusi dalam misi pelestarian budaya lokal. Studi mengenai dasar teori yang terkait dalam perancangan ini meliputi teori tentang perkembangan anak, teori tentang belajar, teori tentang bermain, teori tentang karakter anak dan teori tentang Prajurit Keraton diperoleh melalui studi pustaka. Data mengenai target audience diperoleh dari visi misi Dagadu Bocah Djokdja, kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik 5W+1H, dengan menganalisa permasalahan dari What (apa), Where (mengapa), Why (mengapa) ,When (kapan), Who (siapa) dan How (bagaimana).Perancangan desain ini tidak hanya sebagai media permainan yang edukatif namun juga sebagai beban untuk melaksanakan misi edukasi dari sisi budaya lokal khususnya Yogyakarta, sehingga diharapkan anak dapat merasa menjadi bagian dari kebudayaan tersebut sejak usia dini.