Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta

Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Hal ini disayangkan karena museum memiliki peranan yang teramat penting dalam pertumbuhan unsur sosial, bisnis dan budaya. Dapat dikatakan demikian karena museum memiliki koleksi yang mampu menunjukan bagaimana proses dari u...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: TRIHERNAWAN, Arifin
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSR ISI Yogyakarta 2014
Subjects:
DI/
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=29241
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-29241
record_format oai_dc
spelling isilib-292412016-02-03T13:29:28Z Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta TRIHERNAWAN, Arifin museum Wayang FSR ISI Yogyakarta 2014 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=29241 DI/Tri/p/2015 Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Hal ini disayangkan karena museum memiliki peranan yang teramat penting dalam pertumbuhan unsur sosial, bisnis dan budaya. Dapat dikatakan demikian karena museum memiliki koleksi yang mampu menunjukan bagaimana proses dari unsur-unsur tersebut tumbuh hingga menjadi seperti sekarang ini, contohnya dengan melihat koleksi museum kita dapat membayangkan apa yang dilakukan masyarakat pada masa lampau hingga saat ini. Maka perlu dilakukan upaya sebagai wujud apresiasi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai filosofi ditengah persaingan budaya global masa kini. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menciptakan museum yang menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat luas sehingga mereka lebih mengenal budaya bangsa Indonesia. Museum Wayang Jakarta dipilih sebagai proyek pada perencanaan dan perancangan ini berdasarkan pertimbangan lokasinya yang merupakan salah satu tujuan wisata di Ibukota Negara Indonesia yaitu kota tua, Jakarta.Perencanaan dan perancangan interior Museum Wayang Jakarta yang meliputi ruang lobby, ruang pameran, ruang audiovisual (pertunjukan), dan ruang cenderamata ini akan mengangkat tema desain “Industrial” yang dipilih karena dianggap mampu merepresentasikan penataan interior yang menunjukan keselarasan unsur postmodernitas (melalui hal-hal yang berkesan industrial) sebagai gaya perancangan dengan koleksi museum itu sendiri. Gaya “postmodern” sendiri dipilih agar tercapai perpaduan antara apa yang ada dan elemen baru tanpa menghilangkan bentuk asli dari bangunan yang perlu dijaga kelestariannya.Hasil perencanaan dan perancangan desain interior museum ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu memecahkan berbagai permasalahan yang ada sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan penggunanya baik pengelola maupun pengunjung. Selain itu perancangan ini diharapkan mampu merubah persepsi masyarakat akan bangunan-bangunan cagar budaya yang sering dianggap bersifat konvensional dan formal. Yogyakarta, FSR ISI Yogyakarta xii, 125 hlm,; ilus 27 cm DI/ http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic museum
Wayang
DI/
spellingShingle museum
Wayang
DI/
TRIHERNAWAN, Arifin
Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta
description Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Hal ini disayangkan karena museum memiliki peranan yang teramat penting dalam pertumbuhan unsur sosial, bisnis dan budaya. Dapat dikatakan demikian karena museum memiliki koleksi yang mampu menunjukan bagaimana proses dari unsur-unsur tersebut tumbuh hingga menjadi seperti sekarang ini, contohnya dengan melihat koleksi museum kita dapat membayangkan apa yang dilakukan masyarakat pada masa lampau hingga saat ini. Maka perlu dilakukan upaya sebagai wujud apresiasi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai filosofi ditengah persaingan budaya global masa kini. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menciptakan museum yang menarik untuk dikunjungi oleh masyarakat luas sehingga mereka lebih mengenal budaya bangsa Indonesia. Museum Wayang Jakarta dipilih sebagai proyek pada perencanaan dan perancangan ini berdasarkan pertimbangan lokasinya yang merupakan salah satu tujuan wisata di Ibukota Negara Indonesia yaitu kota tua, Jakarta.Perencanaan dan perancangan interior Museum Wayang Jakarta yang meliputi ruang lobby, ruang pameran, ruang audiovisual (pertunjukan), dan ruang cenderamata ini akan mengangkat tema desain “Industrial” yang dipilih karena dianggap mampu merepresentasikan penataan interior yang menunjukan keselarasan unsur postmodernitas (melalui hal-hal yang berkesan industrial) sebagai gaya perancangan dengan koleksi museum itu sendiri. Gaya “postmodern” sendiri dipilih agar tercapai perpaduan antara apa yang ada dan elemen baru tanpa menghilangkan bentuk asli dari bangunan yang perlu dijaga kelestariannya.Hasil perencanaan dan perancangan desain interior museum ini diharapkan dapat bermanfaat dan mampu memecahkan berbagai permasalahan yang ada sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan penggunanya baik pengelola maupun pengunjung. Selain itu perancangan ini diharapkan mampu merubah persepsi masyarakat akan bangunan-bangunan cagar budaya yang sering dianggap bersifat konvensional dan formal.
format Tugas Akhir
author TRIHERNAWAN, Arifin
author_facet TRIHERNAWAN, Arifin
author_sort TRIHERNAWAN, Arifin
title Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta
title_short Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta
title_full Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta
title_fullStr Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta
title_full_unstemmed Perancangan Interior Gedung Museum Wayang Jakarta
title_sort perancangan interior gedung museum wayang jakarta
publisher FSR ISI Yogyakarta
publishDate 2014
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=29241
_version_ 1741199611698085888