Proses ritual seblang oleh Sari

Ritual Sêblang Olehsari adalah salah satu upacara yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dimana tari memiliki fungsi penting sebagai media di dalam ritualnya. Secara etimologi kata Sêblang berasal dari bahasa Osing merupakan akronim dari kata sêbêlé ilang yang artinya membuang sial, dan diperk...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Ammy Aulia Renata Anny
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yogyakarta 2015
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=29839
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-29839
record_format oai_dc
spelling isilib-298392016-08-09T11:23:06Z Proses ritual seblang oleh Sari Ammy Aulia Renata Anny Reagregasi Transformasi Liminalitas Separasi Sêblang Proses ritual FSP ISI Yogyakarta 2015 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=29839 ST.PKJ/Ann/p/2015 Ritual Sêblang Olehsari adalah salah satu upacara yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dimana tari memiliki fungsi penting sebagai media di dalam ritualnya. Secara etimologi kata Sêblang berasal dari bahasa Osing merupakan akronim dari kata sêbêlé ilang yang artinya membuang sial, dan diperkirakan ritual ini muncul pertama kali di daerah Bakungan sekitar tahun 1770-an. Ritual Sêblang Olehsari diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri dan dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Prosesi diawali dari tahap kejiman, rapat desa, macaki gênjot, selamêtan, menyiapkan sesaji, membuat Omprok dan pelaksanaan ritual. Pada hari ketujuh dilakukan prosesi Idêr bumi (mengelilingi desa) dan keesokan harinya diadakan upacara Ngêlungsur atau siraman. Penelitian ini menggunakan perspektif etnokoreologi yakni sub disiplin ilmu antropologi, yang mempelajari tarian dari berbagai suku bangsa dengan pendekatan multidisplin atau interdisiplin. Perspektif etnokoreologi menekankan pada cara pandang yang bersifat emik, perspektif emik, etik dan holistik pada etnografinya, serta perspektif komparatif dalam analisisnya. Objek materialnya adalah ritual Sêblang dan proses ritual penari Sêblang sebagai subjek ritual, sedangkan objek formalnya adalah analisis proses ritual berdasarkan teori Victor Turner. Fokus dalam penelitian ini adalah mengamati dan menganalisa bagaimana proses yang dialami oleh subjek ritual selama menjalani proses ritual Sêblang Olehsari. Dasar teori yang digunakan adalah proses ritual yang dialami subjek ritual terdiri dari tahap separasi, liminalitas, dan reagregasi. Teori tersebut disimpulkan oleh Turner berdasarkan hasil analisisnya tentang ritus yang ada di Ndembu Zambia. Dalam ritual Sêblang Olehsari ini subjek mengalami proses alih wahana atau bertransformasi menjadi ‘peran yang lain’ dalam keadaan trance. Proses separasi, liminalitas, dan transformasi dalam ritual Sêblang berputar dan berjalan terus menerus tanpa terputus selama tujuh hari, kemudian diakhiri dengan ritual Ngêlungsur sebagai tahap reagregasi. Hal ini menyebabkan tahap dan skema proses ritual yang digambarkan dalam ritual Sêblang berbeda dengan apa yang disimpulkan Turner Yogyakarta xiii, 181 hlm.: ilus.; lamp.; 30 cm S1/ST http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Reagregasi
Transformasi
Liminalitas
Separasi
Sêblang
Proses ritual
S1/ST
spellingShingle Reagregasi
Transformasi
Liminalitas
Separasi
Sêblang
Proses ritual
S1/ST
Ammy Aulia Renata Anny
Proses ritual seblang oleh Sari
description Ritual Sêblang Olehsari adalah salah satu upacara yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, dimana tari memiliki fungsi penting sebagai media di dalam ritualnya. Secara etimologi kata Sêblang berasal dari bahasa Osing merupakan akronim dari kata sêbêlé ilang yang artinya membuang sial, dan diperkirakan ritual ini muncul pertama kali di daerah Bakungan sekitar tahun 1770-an. Ritual Sêblang Olehsari diselenggarakan setelah hari raya Idul Fitri dan dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Prosesi diawali dari tahap kejiman, rapat desa, macaki gênjot, selamêtan, menyiapkan sesaji, membuat Omprok dan pelaksanaan ritual. Pada hari ketujuh dilakukan prosesi Idêr bumi (mengelilingi desa) dan keesokan harinya diadakan upacara Ngêlungsur atau siraman. Penelitian ini menggunakan perspektif etnokoreologi yakni sub disiplin ilmu antropologi, yang mempelajari tarian dari berbagai suku bangsa dengan pendekatan multidisplin atau interdisiplin. Perspektif etnokoreologi menekankan pada cara pandang yang bersifat emik, perspektif emik, etik dan holistik pada etnografinya, serta perspektif komparatif dalam analisisnya. Objek materialnya adalah ritual Sêblang dan proses ritual penari Sêblang sebagai subjek ritual, sedangkan objek formalnya adalah analisis proses ritual berdasarkan teori Victor Turner. Fokus dalam penelitian ini adalah mengamati dan menganalisa bagaimana proses yang dialami oleh subjek ritual selama menjalani proses ritual Sêblang Olehsari. Dasar teori yang digunakan adalah proses ritual yang dialami subjek ritual terdiri dari tahap separasi, liminalitas, dan reagregasi. Teori tersebut disimpulkan oleh Turner berdasarkan hasil analisisnya tentang ritus yang ada di Ndembu Zambia. Dalam ritual Sêblang Olehsari ini subjek mengalami proses alih wahana atau bertransformasi menjadi ‘peran yang lain’ dalam keadaan trance. Proses separasi, liminalitas, dan transformasi dalam ritual Sêblang berputar dan berjalan terus menerus tanpa terputus selama tujuh hari, kemudian diakhiri dengan ritual Ngêlungsur sebagai tahap reagregasi. Hal ini menyebabkan tahap dan skema proses ritual yang digambarkan dalam ritual Sêblang berbeda dengan apa yang disimpulkan Turner
format Tugas Akhir
author Ammy Aulia Renata Anny
author_facet Ammy Aulia Renata Anny
author_sort Ammy Aulia Renata Anny
title Proses ritual seblang oleh Sari
title_short Proses ritual seblang oleh Sari
title_full Proses ritual seblang oleh Sari
title_fullStr Proses ritual seblang oleh Sari
title_full_unstemmed Proses ritual seblang oleh Sari
title_sort proses ritual seblang oleh sari
publisher FSP ISI Yogyakarta
publishDate 2015
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=29839
_version_ 1741199722647912449