Kajian Bahasa Rupa Kartun Komik Benny Rachmadi Dalam Buku Pr Buat Presiden

Berbicara melalui kartun komik telah menjadi salah satu bagian dari interaksi sosial masyarakat. Diperlukan strategi tata bahasa visual untuk mencapai tahap komunikatif. Kartunis Benny Rachmadi telah sukses mencapai tahap tersebut. Menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada juli 2014,...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Humrotin
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Fakultas Seni Rupa ISI 2015
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=30157
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Berbicara melalui kartun komik telah menjadi salah satu bagian dari interaksi sosial masyarakat. Diperlukan strategi tata bahasa visual untuk mencapai tahap komunikatif. Kartunis Benny Rachmadi telah sukses mencapai tahap tersebut. Menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden pada juli 2014, Benny kembali merangkum kartun komik yang pernah dibuat untuk dipublikasikan dalam buku berjudul “PR buat Presiden”. Untuk dapat memahami cara bertutur kartun komik karya Benny Rachmadi dalam buku tersebut, digunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori bahasa rupa. Teori bahasa rupa membagi cara analisis menjadi tiga tahap, yakni isi wimba, cara wimba, tata ungkapan dalam dan tata ungkapan luar. Sampel terpilih mewakili jenis kartun non-monolog non-dialog, kartun monolog, dan kartun dialog. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa isi wimba kartun komik Benny menggunakan perwakilan dari tokoh yang terlibat langsung dengan topik yang dibicarakan. Cara wimba atau cara penggambaran wimba diambil dari sudut paling karakteristik, dibuat dengan garis tebal tipis, komposisi padat, tata letak serta penggabungan visual dan verbal dibuat seimbang. Tata ungkapan dalam kartun komik menggunakan pendekatan gaya dramatisasi dan hiperbolis. Konsep perumpamaan diperoleh dengan cara menghubungkan pikiran utama dengan konteks lain yang relevan. Tata ungkapan luar dekat dengan tata bahasa rupa timur.