Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora

Pemahaman seni grafis yang mengacu pada teknik cetak sudah sepatutnya diikuti juga dengan kemajuan teknologi yang telah berkembang. Karena sebuah ide ataupun gagasan pada seni memiliki mediumnya sendiri-sendiri untuk disampaikan. Konvensi seni grafis yang hanya meliputi batasan-batasan teknis cetak...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Ahadi Bintang
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Fakultas Seni Rupa ISI 2016
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=30239
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-30239
record_format oai_dc
spelling isilib-302392016-09-28T08:39:31Z Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora Ahadi Bintang hasil cetak Metafora proses pemindahan X-Ray cetak digital Fakultas Seni Rupa ISI 2016 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=30239 SG/Bin/h/2016 Pemahaman seni grafis yang mengacu pada teknik cetak sudah sepatutnya diikuti juga dengan kemajuan teknologi yang telah berkembang. Karena sebuah ide ataupun gagasan pada seni memiliki mediumnya sendiri-sendiri untuk disampaikan. Konvensi seni grafis yang hanya meliputi batasan-batasan teknis cetak saring, tinggi, dan cetak dalam mau tidak mau diperluas dengan melibatkan teknik cetak yang tumbuh subur dan akrab dengan masyarakat. Di luar konteks seni ataupun institusi pendidikan, secara teknis seni grafis banyak digunakan oleh masyarakat untuk tujuan produksi massal yang fungsional. Karena apabila dilihat dari aspek teknis, seni grafis adalah disiplin yang aplikatif. Satu-satunya yang akhirnya dapat membedakan hanyalah tujuan penciptaannya. Penggunaan x-ray yang hanya sebatas pada fasilitas publik tertentu ternyata dapat dilihat dari skala yang lebih luas, yakni sebagai medium ekspresi seni. X-ray penulis gunakan sebagai cara pandang untuk melihat dunia yang telah „ditelanjangi‟, lewat benda temuan yang erat hubungannya dengan konteks sosial. Karena setiap masyarakat pada ruang dan waktu yang berbeda selalu memperbaharui produk dan cara perlakuan terhadap objek di sekitarnya. Terkait keterbatasan yang dimiliki x-ray atas akses maupun dalam mereproduksi citraan objek justru menjadi pemicu kreativitas. Seperti yang pernah dikatakan oleh Pablo Picasso, “The chief enemy of creativity is good sense. 1 ” Karena ternyata penggunaan alat radiologi yang biasanya hanya ditujukan untuk kebutuhan medis dapat diakses menjadi “studio”. Seni bukanlah hanya persoalan imajinasi sang seniman. Ia bisa jauh lebih besar daripada itu. Seni adalah hasil refleksi atas kepekaan seniman terhadap keadaan yang ada di sekitarnya (realitas). Tidak harus tentang persoalan besar, bisa jadi hal sederhana yang kurang diperhatikan, namun menarik untuk diangkat. Dan tidak perlu juga repot-repot memoles cerita dengan fantasi-fantasi luhur yang tebal, yang hasil akhirnya malah tidak menandakan apa-apa. Benda-benda temuan yang berada di sekitar bisa dikonstruksi menjadi narasi kecil yang tentu saja merupakan bagian dari narasi yang lebih besar. Lewat x-ray, secara metaforik penulis ingin membangun kembali imaji atas benda-benda temuan tersebut dengan identitas yang asing, aneh atau bahkan hilang sama sekali. Karena atas intensitas relasinya yang padat, kita seringkali menjadi tidak sadar akan keberadaan detail objek-objek di sekitar, yang mungkin saja menandakan sesuatu. Pada Tugas Akhir ini terlihat bagaimana kemampuan x-ray dalam menangkap citraan objek, terdapat kemampuan citraan lain yang dapat dihasilkan, meskipun pada saat yang sama juga menghilangkan identitas sebuah objek. Eksplorasi penggunaan x-ray maupun hasil cetak yang telah penulis lakukan pada Tugas Akhir ini mendorong untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi. Penulis berharap kedepannya akan lebih banyak muncul kesadaran dan inovasi pada perkembangan seni, khususnya seni cetak. Yogyakarta x, 71 hlm.: ilus,. lamp., 30 cm S1/SG http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic hasil cetak
Metafora
proses pemindahan X-Ray
cetak digital
S1/SG
spellingShingle hasil cetak
Metafora
proses pemindahan X-Ray
cetak digital
S1/SG
Ahadi Bintang
Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora
description Pemahaman seni grafis yang mengacu pada teknik cetak sudah sepatutnya diikuti juga dengan kemajuan teknologi yang telah berkembang. Karena sebuah ide ataupun gagasan pada seni memiliki mediumnya sendiri-sendiri untuk disampaikan. Konvensi seni grafis yang hanya meliputi batasan-batasan teknis cetak saring, tinggi, dan cetak dalam mau tidak mau diperluas dengan melibatkan teknik cetak yang tumbuh subur dan akrab dengan masyarakat. Di luar konteks seni ataupun institusi pendidikan, secara teknis seni grafis banyak digunakan oleh masyarakat untuk tujuan produksi massal yang fungsional. Karena apabila dilihat dari aspek teknis, seni grafis adalah disiplin yang aplikatif. Satu-satunya yang akhirnya dapat membedakan hanyalah tujuan penciptaannya. Penggunaan x-ray yang hanya sebatas pada fasilitas publik tertentu ternyata dapat dilihat dari skala yang lebih luas, yakni sebagai medium ekspresi seni. X-ray penulis gunakan sebagai cara pandang untuk melihat dunia yang telah „ditelanjangi‟, lewat benda temuan yang erat hubungannya dengan konteks sosial. Karena setiap masyarakat pada ruang dan waktu yang berbeda selalu memperbaharui produk dan cara perlakuan terhadap objek di sekitarnya. Terkait keterbatasan yang dimiliki x-ray atas akses maupun dalam mereproduksi citraan objek justru menjadi pemicu kreativitas. Seperti yang pernah dikatakan oleh Pablo Picasso, “The chief enemy of creativity is good sense. 1 ” Karena ternyata penggunaan alat radiologi yang biasanya hanya ditujukan untuk kebutuhan medis dapat diakses menjadi “studio”. Seni bukanlah hanya persoalan imajinasi sang seniman. Ia bisa jauh lebih besar daripada itu. Seni adalah hasil refleksi atas kepekaan seniman terhadap keadaan yang ada di sekitarnya (realitas). Tidak harus tentang persoalan besar, bisa jadi hal sederhana yang kurang diperhatikan, namun menarik untuk diangkat. Dan tidak perlu juga repot-repot memoles cerita dengan fantasi-fantasi luhur yang tebal, yang hasil akhirnya malah tidak menandakan apa-apa. Benda-benda temuan yang berada di sekitar bisa dikonstruksi menjadi narasi kecil yang tentu saja merupakan bagian dari narasi yang lebih besar. Lewat x-ray, secara metaforik penulis ingin membangun kembali imaji atas benda-benda temuan tersebut dengan identitas yang asing, aneh atau bahkan hilang sama sekali. Karena atas intensitas relasinya yang padat, kita seringkali menjadi tidak sadar akan keberadaan detail objek-objek di sekitar, yang mungkin saja menandakan sesuatu. Pada Tugas Akhir ini terlihat bagaimana kemampuan x-ray dalam menangkap citraan objek, terdapat kemampuan citraan lain yang dapat dihasilkan, meskipun pada saat yang sama juga menghilangkan identitas sebuah objek. Eksplorasi penggunaan x-ray maupun hasil cetak yang telah penulis lakukan pada Tugas Akhir ini mendorong untuk melakukan hal yang lebih jauh lagi. Penulis berharap kedepannya akan lebih banyak muncul kesadaran dan inovasi pada perkembangan seni, khususnya seni cetak.
format Tugas Akhir
author Ahadi Bintang
author_facet Ahadi Bintang
author_sort Ahadi Bintang
title Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora
title_short Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora
title_full Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora
title_fullStr Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora
title_full_unstemmed Hasil Cetak Digital Dari Proses Pemindaian X-Ray Sebagai Metafora
title_sort hasil cetak digital dari proses pemindaian x-ray sebagai metafora
publisher Fakultas Seni Rupa ISI
publishDate 2016
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=30239
_version_ 1741199799409967104