Perilaku Menyimpang Seksual
Manusia diciptakan dengan akal, pikiran, dan perasaan yang bermanfaat untuk segala keperluan dan kehidupan. Manusia diberi kehendak untuk menciptakan sesuatu dengan berbagai maksud dan tujuan. Seniman mewujudkan rasa ekspresi dengan menghasilkan suatu karya seni. Untuk mewujudkannya, seniman tidak l...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
Fakultas Seni Rupa ISI
2016
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33256 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Manusia diciptakan dengan akal, pikiran, dan perasaan yang bermanfaat untuk segala keperluan dan kehidupan. Manusia diberi kehendak untuk menciptakan sesuatu dengan berbagai maksud dan tujuan. Seniman mewujudkan rasa ekspresi dengan menghasilkan suatu karya seni. Untuk mewujudkannya, seniman tidak lepas dari lingkungannya, karena melalui lingkungan tersebut seniman bisa menjumpai persoalan di dalam masyarakat. Remaja memiliki karakteristik tersendiri yang unik yaitu labil, sedang pada taraf mencari identitas, mengalami masa transisi dari remaja menuju ke dewasa, dan sebagainya. Secara sosiologis, remaja umumnya amat rentan terhadap pengaruh - pengaruh eksternal. Karena dalam proses pencarian jati diri, mereka mudah sekali terombang - ambing, dan masih merasa sulit menentukan tokoh panutannya. Mereka juga mudah terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat di sekitarnya. Karena kondisi kejiwaan yang labil, remaja mudah terpengaruh dan labil. |
---|