Lunar

Bulan merupakan sumber inspiratif dalam penggarapan karya tari ini. Secara ilmu pengetahuan, Bulan adalah benda langit yang disebut satelit, satelit satusatunya yang dimiliki Bumi dan tercipta secara alami. Banyak teori yang mengatakan tentang terbentuknya Bulan, salah satunya adalah teori Big bang...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: FAJARWATI, Dewi Sinta
Format: DVD
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yogyakarta 2016
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33478
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-33478
record_format oai_dc
spelling isilib-334782017-04-06T09:24:39Z Lunar FAJARWATI, Dewi Sinta cita - cita Koreografi Kelompok bulan FSP ISI Yogyakarta 2016 id DVD http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33478 DISC/S1/ST.PCT/Faj/l/2016 Bulan merupakan sumber inspiratif dalam penggarapan karya tari ini. Secara ilmu pengetahuan, Bulan adalah benda langit yang disebut satelit, satelit satusatunya yang dimiliki Bumi dan tercipta secara alami. Banyak teori yang mengatakan tentang terbentuknya Bulan, salah satunya adalah teori Big bang atau dentuman besar. Pada dasarnya Bulan hanyalah sebuah Benda besar berbentuk bulat yang tidak bisa bercahaya, cahaya yang kita lihat pada malam hari merupakan refleksi dari cahaya matahari. Akan tetapi keindahannya memang tidak bisa dipungkiri, karena dia paling bercahaya diantara hamparan langit yang gelap. Cahayanya tidak selalu terang, bahkan tidak selalu bulat, terkadang hanya terlihat setengah atau terlihat seperti sabit.Penata tari memetaforakan objek bulan yang berada di tempat yang sangat tinggi sebagai sebuah cita-cita yang ingin dicapai. Seringkali lagu anak-anak yang menjadi pengalaman auditif penata tari, menjadikan bulan sebagai objek yang ingin digapai, misal lagu ‘Ambilkan Bulan Bu’. Namun intisari yang akan dipakai dalam penggarapan koregrafinya adalah tentang fase bulan yang tercipta. Bersumber dari rangsang awal melihat bulan atau rangsang visual, penata tari menginterpretasikan fase-fase bulan yang terjadi sebagai fase kehidupan yang dijalani untuk menggapai sebuah cita-cita tersebut. Jatuh bangun, semangat, dan terkadang menyerah diinterpretasikan dari wujud cahaya bulan yang tercipta. Bulan purnama yang memiliki cahaya terang dan sempurna, mengibaratkan semangat yang menggebunggebu. Bulan yang sabit dan hanya terlihat sedikit cahaya, seperti perasaan yang tidak percaya diri dan lemah.Koreografi diwujudkan dalam bentuk kelompok dengan membagi dua karater penari. Delapan penari merupakan simbolisasi Bulan, dan satu penari sebagai manusia yang bercita-cita. Dengan bentuk tari dramatik, penyajiannya dibagi menjadi 5 adegan, yaitu Introduksi Big bang, Adegan 1 Moon happen, Adegan 2 Mengejar Impian, Adegan 3 Dancing with Moon, dan Ending ‘Catch Your Dream’. Yogyakarta DISC/S1 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic cita - cita
Koreografi Kelompok
bulan
DISC/S1
spellingShingle cita - cita
Koreografi Kelompok
bulan
DISC/S1
FAJARWATI, Dewi Sinta
Lunar
description Bulan merupakan sumber inspiratif dalam penggarapan karya tari ini. Secara ilmu pengetahuan, Bulan adalah benda langit yang disebut satelit, satelit satusatunya yang dimiliki Bumi dan tercipta secara alami. Banyak teori yang mengatakan tentang terbentuknya Bulan, salah satunya adalah teori Big bang atau dentuman besar. Pada dasarnya Bulan hanyalah sebuah Benda besar berbentuk bulat yang tidak bisa bercahaya, cahaya yang kita lihat pada malam hari merupakan refleksi dari cahaya matahari. Akan tetapi keindahannya memang tidak bisa dipungkiri, karena dia paling bercahaya diantara hamparan langit yang gelap. Cahayanya tidak selalu terang, bahkan tidak selalu bulat, terkadang hanya terlihat setengah atau terlihat seperti sabit.Penata tari memetaforakan objek bulan yang berada di tempat yang sangat tinggi sebagai sebuah cita-cita yang ingin dicapai. Seringkali lagu anak-anak yang menjadi pengalaman auditif penata tari, menjadikan bulan sebagai objek yang ingin digapai, misal lagu ‘Ambilkan Bulan Bu’. Namun intisari yang akan dipakai dalam penggarapan koregrafinya adalah tentang fase bulan yang tercipta. Bersumber dari rangsang awal melihat bulan atau rangsang visual, penata tari menginterpretasikan fase-fase bulan yang terjadi sebagai fase kehidupan yang dijalani untuk menggapai sebuah cita-cita tersebut. Jatuh bangun, semangat, dan terkadang menyerah diinterpretasikan dari wujud cahaya bulan yang tercipta. Bulan purnama yang memiliki cahaya terang dan sempurna, mengibaratkan semangat yang menggebunggebu. Bulan yang sabit dan hanya terlihat sedikit cahaya, seperti perasaan yang tidak percaya diri dan lemah.Koreografi diwujudkan dalam bentuk kelompok dengan membagi dua karater penari. Delapan penari merupakan simbolisasi Bulan, dan satu penari sebagai manusia yang bercita-cita. Dengan bentuk tari dramatik, penyajiannya dibagi menjadi 5 adegan, yaitu Introduksi Big bang, Adegan 1 Moon happen, Adegan 2 Mengejar Impian, Adegan 3 Dancing with Moon, dan Ending ‘Catch Your Dream’.
format DVD
author FAJARWATI, Dewi Sinta
author_facet FAJARWATI, Dewi Sinta
author_sort FAJARWATI, Dewi Sinta
title Lunar
title_short Lunar
title_full Lunar
title_fullStr Lunar
title_full_unstemmed Lunar
title_sort lunar
publisher FSP ISI Yogyakarta
publishDate 2016
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33478
_version_ 1741199952215801856