Musik Suling Pompang Dalam Kehidupan Masyarakat Mamasa Sulawesi Barat

Suling Pompang adalah nama instrumen musik yang ada pada masyarakat Mamasa di wilayah Sulawesi Barat, instrumen musik tersebut materialnya dari potongan-potongan bambu yang dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah alat musik yang dapat memproduksi nada-nada diatonis layaknya instrumen mus...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: TRISWANTO, Muhammad Ilham
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yogyakarta 2016
Subjects:
EG
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33622
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Suling Pompang adalah nama instrumen musik yang ada pada masyarakat Mamasa di wilayah Sulawesi Barat, instrumen musik tersebut materialnya dari potongan-potongan bambu yang dibentuk sedemikian rupa hingga menghasilkan sebuah alat musik yang dapat memproduksi nada-nada diatonis layaknya instrumen musik barat lainnya. Instrumen ini dimainkan dengan cara ditiup dan disajikan dalam bentuk ansambel atau semacam musik orchestra yang melibatkan banyak musisi didalamnya. Ansambel musik Suling Pompang pada masyarakat Mamasa Sulawesi Barat tersebut, keberadaanya sudah sangat erat melekat dengan kehidupan masyarakatnya. Sampai saat ini keberadaan musik Suling Pompang sangat dijaga oleh masyarakat pendukungnya, karena merupakan salah satu identitas budaya pada masyarakat Mamasa. Hal tersebut dapat diamati pada acara-acara budaya yang menampilkan kesenian tradisi, kehadiran musik ini sangat berbeda dengan musik tradisional yang umumnya pada masyakat pesisir. Kesenian ini, selain daerah Mamasa sendiri, hanya dapat ditemukan di wilayah masyarakat Tana-Toraja Sulawesi Selatan, dan Kalumpang Sulawesi Barat. Keberadaan musik ini tumbuh dan berkembang hanya pada wilayah masyarakat pegunungan, sementara di wilayah pesisir masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan musik Suling Pompang tersebut. Hal ini akibat dari kurangnya minat masyarakat pesisir khususnya seniman-seniman yang bergelut di pengembangan musik-musik tradisi untuk mencari dan mau belajar, serta mengembangkan musik ini. Ketidak tahuan ini dilandasi oleh kurangnya minat pada alat instrumen musik jenis tiup (Aerophon), sehingga musik-musik di masyarakat pesisir lebih banyak didominasi oleh instrumen musik yang ditabuh dan petik.