Respons Terhadap Ritme Foto Pengguna Instagram Berdasarkan Pengarsipan Lokasinya
Jejaring sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Seseorang bisa dengan mudah mengikuti sesuatu hal yang sedang populer atau menjadi tren. Fotografi, dalam konteks ini Instagram, menjadi salah satu tren yang cukup banyak diminati karena kemudahan teknologi informasi...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSMR ISI Yogyakarta
2016
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33730 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Jejaring sosial memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Seseorang bisa dengan mudah mengikuti sesuatu hal yang sedang populer atau menjadi tren. Fotografi, dalam konteks ini Instagram, menjadi salah satu tren yang cukup banyak diminati karena kemudahan teknologi informasi yang menunjangnya. Platform ini menjadi sebuah media bagi masyarakat untuk bisa menikmati praktik fotografi, baik secara aktif ataupun pasif. Pengguna yang aktif berfotografi di Instagram tentu saja memiliki sebuah ketertarikan tertentu yang menjadi objek fotonya. Pemandangan alam merupakan salah satu objek favorit dari pengguna Instagram.Mountaineering atau pendakian gunung merupakan tren lain yang berkaitan dengan tren fotografi Instagram. Hashtag dan lokasi menjadi metode pengarsipan yang memiliki andil penting dalam terciptanya tren ini. Secara sadar atau tidak, pengguna Instagram mendatangi lokasi-lokasi yang telah menjadi spot favorit, yang akhirnya justru menghasilkan sebuah kemiripan visual karena menggunakan latar belakang yang sama. Latar belakang pegunungan ini akan direspons dengan menutup (menyambung) komposisi garis antara foto-foto dalam satu kata kunci arsip. Pengelompokan secara visual ini akan menunjukkan ritme dari foto-foto pengguna Instagram. Foto-foto yang memiliki ritme, pola, atau kesamaan dalam satu kata kunci lokasi akan dikumpulkan dan dipilih beberapa foto sebagai data dan bagian dari karya. Pemilik foto yang dipilih untuk menjadi bagian karya akan dihubungi dengan tujuan utama untuk meminta izin penggunaan fotonya. Secara tidak langsung karya ini berkolaborasi dengan pengguna Instagram yang fotonya dipilih. Hasil akhirnya adalah sebuah montase di mana foto yang dikumpulkan dari pengguna Instagram dikelompokkan menjadi satu dengan foto milik sendiri. Di sini akan terlihat satu ritme visual pengguna Instagram yang terarsipkan dalam satu kata kunci lokasi. |
---|