GAMELAN SEKATENDALAM RITUS MASYARAKAT TRUSMI CIREBON
Kota yang menjadi bagian dari jalur sutra perdagangan di tanah Jawa,menjadikan banyak pendatang yang hijrah ke Cirebon untuk menjalani usaha danjuga menetap dengan kurun waktu yang lama. Difusi budaya pun berkembang dansaling bersinggungan satu sama lain, tetapi tidak saling tumpang tindih antara sa...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSP ISI Yogyakarta
2016
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=33833 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Kota yang menjadi bagian dari jalur sutra perdagangan di tanah Jawa,menjadikan banyak pendatang yang hijrah ke Cirebon untuk menjalani usaha danjuga menetap dengan kurun waktu yang lama. Difusi budaya pun berkembang dansaling bersinggungan satu sama lain, tetapi tidak saling tumpang tindih antara satubudaya dengan budaya lainnya. Perpaduan budaya inilah yang menjadikanCirebon mempunyai kebudayaan yang khas. Tergambar jelas pada berbagaimacam kesenian yang berkembang di kota tersebut.Di tengah arus mobilitas masyarakat Cirebon yang tinggi, GamelanSekaten masih terdengar gaungnya walaupun hanya sebagian masyarakat yangmengetahui. Hadirnya kesenian tersebut melahirkan sebuah fenomena masyarakatyang mempunyai cara-caranya tersendiri untuk mempercayai hal tersebut, salahsatunya masyarakat Desa Trusmi yang selalu hadir ketika gamelan ini pertamakali dibunyikan. Mereka rela untuk berjalan kaki selama berjam-jam demimelaksanakan sebuah tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.Pihak keraton yang begitu konservatif, membuat gamelan ini masihterawat dengan baik dari segi fisik instrumennya maupun regenerasi parapenabuhnya. Sosok kharismatik seorang Sunan Gunung Jati menjadikan GamelanSekaten mempunyai kekuatan histori yang membekas pada masyarakat Cirebonkhususnya masyarakat Trusmi. Selain itu, mitos-mitos yang melingkupi GamelanSekaten menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mempercayainya. |
---|