Kuta: Panorama Kontradiktif

Kuta adalah daerah pariwisata maju yang terkenal dengan matahari terbenam (sunset). Kemajuan pariwisata yang terjadi di Kuta Bali membuat semakin meningkatnya pembangunan seperti tempat penginapan dan hotel. Ini adalah sebuah penanda yang sangat baik, jika dilihat dari sisi pembangunan karena keseja...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: PRATAMA, I Wayan Putra Eka
Format: Tugas Akhir
Published: PPS ISI Yogyakarta 2016
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34005
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-34005
record_format oai_dc
spelling isilib-340052017-07-06T14:13:31Z Kuta: Panorama Kontradiktif PRATAMA, I Wayan Putra Eka SENI LUKIS perubahan lingkungan Kuta PPS ISI Yogyakarta 2016 Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34005 TES/SL/Pra/k/2016 Kuta adalah daerah pariwisata maju yang terkenal dengan matahari terbenam (sunset). Kemajuan pariwisata yang terjadi di Kuta Bali membuat semakin meningkatnya pembangunan seperti tempat penginapan dan hotel. Ini adalah sebuah penanda yang sangat baik, jika dilihat dari sisi pembangunan karena kesejahteraan penduduk terjamin. Namun lambat laun kemajuan pariwisata yang kian pesat membuat semakin meningkatnya pembangunan. Pembangunan yang terus tumbuh tanpa henti membuat berkurangnya lahan hijau. Kuta yang masih melekat dalam ingatan penulis, penuh oleh pohon kelapa yang menjulang tinggi, di tegal (kebun) yang subur. Berangkat dari permasalahan perubahan lingkungan yang terjadi, penciptaan ini bertujuan untuk: 1) Menciptakan karya seni rupa yang bersumber pada perubahan lingkungan yang kontradiktif di Kuta, 2). Memilih idiom bentuk yang tepat untuk menunjukkan perubahan lingkungan yang kontradiktif, dan 3). Memvisualkan perubahan lingkungan yang kontradiktif dalam medium seni lukis. Metode penciptaan menggunakan model yang ditawarkan oleh Lubart yaitu: preparation (persiapan), incubation (inkubasi, pengeraman, perenungan), illumination (iluminasi, penerangan), dan tahap verification (verivikasi, memecahkan masalah). Karya lukis yang dihasilkan dari tema yang penulis angkat sebanyak 10 karya, dengan judul sebagai berikut: Menutup Surga, Tersudut, Di Ujung Senja, Rayuan Pohon Kelapa, Menghisap Kehidupan, Menggulung Kehijauan, Kehijauan Tegal Dalam Kenangan, Kehijauan Tegal Dalam Kenangan #2, Mengalah, dan Terbenam Bersama Senja. Melalui karya-karya inilah penulis menunjukkan bagaimana keadaan Kuta saat ini, dengan semakin meningkatnya pembangunan yang terjadi. Penulis berharap mampu memberikan kesadaran tentang pentingnya keseimbangan lingkungan. Agar keseimbangan alam terjaga dengan baik. Kata-kata kunci: Kuta, perubahan lingkungan, seni lukis. Yogyakarta ix+98 hal.;ilus.;bib.;lamp.;30 cm TES/SL http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
topic SENI LUKIS
perubahan lingkungan
Kuta
TES/SL
spellingShingle SENI LUKIS
perubahan lingkungan
Kuta
TES/SL
PRATAMA, I Wayan Putra Eka
Kuta: Panorama Kontradiktif
description Kuta adalah daerah pariwisata maju yang terkenal dengan matahari terbenam (sunset). Kemajuan pariwisata yang terjadi di Kuta Bali membuat semakin meningkatnya pembangunan seperti tempat penginapan dan hotel. Ini adalah sebuah penanda yang sangat baik, jika dilihat dari sisi pembangunan karena kesejahteraan penduduk terjamin. Namun lambat laun kemajuan pariwisata yang kian pesat membuat semakin meningkatnya pembangunan. Pembangunan yang terus tumbuh tanpa henti membuat berkurangnya lahan hijau. Kuta yang masih melekat dalam ingatan penulis, penuh oleh pohon kelapa yang menjulang tinggi, di tegal (kebun) yang subur. Berangkat dari permasalahan perubahan lingkungan yang terjadi, penciptaan ini bertujuan untuk: 1) Menciptakan karya seni rupa yang bersumber pada perubahan lingkungan yang kontradiktif di Kuta, 2). Memilih idiom bentuk yang tepat untuk menunjukkan perubahan lingkungan yang kontradiktif, dan 3). Memvisualkan perubahan lingkungan yang kontradiktif dalam medium seni lukis. Metode penciptaan menggunakan model yang ditawarkan oleh Lubart yaitu: preparation (persiapan), incubation (inkubasi, pengeraman, perenungan), illumination (iluminasi, penerangan), dan tahap verification (verivikasi, memecahkan masalah). Karya lukis yang dihasilkan dari tema yang penulis angkat sebanyak 10 karya, dengan judul sebagai berikut: Menutup Surga, Tersudut, Di Ujung Senja, Rayuan Pohon Kelapa, Menghisap Kehidupan, Menggulung Kehijauan, Kehijauan Tegal Dalam Kenangan, Kehijauan Tegal Dalam Kenangan #2, Mengalah, dan Terbenam Bersama Senja. Melalui karya-karya inilah penulis menunjukkan bagaimana keadaan Kuta saat ini, dengan semakin meningkatnya pembangunan yang terjadi. Penulis berharap mampu memberikan kesadaran tentang pentingnya keseimbangan lingkungan. Agar keseimbangan alam terjaga dengan baik. Kata-kata kunci: Kuta, perubahan lingkungan, seni lukis.
format Tugas Akhir
author PRATAMA, I Wayan Putra Eka
author_facet PRATAMA, I Wayan Putra Eka
author_sort PRATAMA, I Wayan Putra Eka
title Kuta: Panorama Kontradiktif
title_short Kuta: Panorama Kontradiktif
title_full Kuta: Panorama Kontradiktif
title_fullStr Kuta: Panorama Kontradiktif
title_full_unstemmed Kuta: Panorama Kontradiktif
title_sort kuta: panorama kontradiktif
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2016
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34005
_version_ 1741200054870343681