Kaganga

Karya tari Kaganga merupakan sebuah karya tari yang terinspirasi dari aksara Lampung yang juga disebut aksara kaganga. Pada zaman sekarang, keadaan aksara Kaganga cukup ironis, banyak generasi muda yang tidak mengetahui tentang aksara Kaganga, apalagi cara menuliskannya. Keadaan tersebut, mendorong...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SARI, Ayu Permata
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2016
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34010
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-34010
record_format oai_dc
spelling isilib-340102017-07-06T15:46:27Z Kaganga SARI, Ayu Permata Koreografi Kelompok eksistensi aksara Lampung PPS ISI Yogyakarta 2016 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34010 TES/ST.PCT/Sar/k/2016 Karya tari Kaganga merupakan sebuah karya tari yang terinspirasi dari aksara Lampung yang juga disebut aksara kaganga. Pada zaman sekarang, keadaan aksara Kaganga cukup ironis, banyak generasi muda yang tidak mengetahui tentang aksara Kaganga, apalagi cara menuliskannya. Keadaan tersebut, mendorong penata untuk menciptakan karya tari berjudul Kaganga. Penciptaan karya ini dapat diartikan sebagai satu cara untuk mempublikasikan sekaligus ikut andil dalam upaya mempertahankan eksistensi Kaganga. Aksara Kaganga yang digunakan sebagai sumber penciptaan adalah aksara Kaganga Sekarang, dan disandingkan dengan tari Sigeh Puguten sebagai penemuan gerak. Penjelajahan terhadap beberapa motif gerak ini dimaksudkan untuk menemukan kompleksitas bentuk dan kualitas gerak, yang dapat mengekspresikan gagasan tari. Karya berjudul KAGANGA digarap dalam bentuk koreografi kelompok sembilan penari putri, dengan durasi sekitar 45 menit. Delapan penari menggunakan busana dengan bahan dasar hitam, satu penari memakai mahkota (siger) dan berbusana adat wanita Lampung Pepadun. Pemanggungan karya tari ini memanfaatkan ruang berbentuk teater arena, dengan lantai dan layar belakang berwarna putih sebagai simbolisasi selembar kertas. Delapan penari menari on stage selama pertunjukan berlanggung, satu penari muncul pada adegan III dan IV. Pada bagian introduksi penari merespon penonton untuk mengucapkan dan menggerakkan esensi aksara Kaganga. Karya ini memanfaakan musik internal dari tubuh penari, dan pencahayaan dari lampu Neon. Kata Kuci : Aksara Lampung, Eksistensi, dan Koreografi Kelompok Yogyakarta xvii+128 hal.;ilus.;bib.lamp.;30 cm TES/ST.PCT http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Koreografi Kelompok
eksistensi
aksara Lampung
TES/ST.PCT
spellingShingle Koreografi Kelompok
eksistensi
aksara Lampung
TES/ST.PCT
SARI, Ayu Permata
Kaganga
description Karya tari Kaganga merupakan sebuah karya tari yang terinspirasi dari aksara Lampung yang juga disebut aksara kaganga. Pada zaman sekarang, keadaan aksara Kaganga cukup ironis, banyak generasi muda yang tidak mengetahui tentang aksara Kaganga, apalagi cara menuliskannya. Keadaan tersebut, mendorong penata untuk menciptakan karya tari berjudul Kaganga. Penciptaan karya ini dapat diartikan sebagai satu cara untuk mempublikasikan sekaligus ikut andil dalam upaya mempertahankan eksistensi Kaganga. Aksara Kaganga yang digunakan sebagai sumber penciptaan adalah aksara Kaganga Sekarang, dan disandingkan dengan tari Sigeh Puguten sebagai penemuan gerak. Penjelajahan terhadap beberapa motif gerak ini dimaksudkan untuk menemukan kompleksitas bentuk dan kualitas gerak, yang dapat mengekspresikan gagasan tari. Karya berjudul KAGANGA digarap dalam bentuk koreografi kelompok sembilan penari putri, dengan durasi sekitar 45 menit. Delapan penari menggunakan busana dengan bahan dasar hitam, satu penari memakai mahkota (siger) dan berbusana adat wanita Lampung Pepadun. Pemanggungan karya tari ini memanfaatkan ruang berbentuk teater arena, dengan lantai dan layar belakang berwarna putih sebagai simbolisasi selembar kertas. Delapan penari menari on stage selama pertunjukan berlanggung, satu penari muncul pada adegan III dan IV. Pada bagian introduksi penari merespon penonton untuk mengucapkan dan menggerakkan esensi aksara Kaganga. Karya ini memanfaakan musik internal dari tubuh penari, dan pencahayaan dari lampu Neon. Kata Kuci : Aksara Lampung, Eksistensi, dan Koreografi Kelompok
format Tugas Akhir
author SARI, Ayu Permata
author_facet SARI, Ayu Permata
author_sort SARI, Ayu Permata
title Kaganga
title_short Kaganga
title_full Kaganga
title_fullStr Kaganga
title_full_unstemmed Kaganga
title_sort kaganga
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2016
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34010
_version_ 1741200055837130752