Tabuhan Pancer Pada Karawitan Gaya Yogyakarta: Sebuah Kajian Musikal

Istilah pancer telah umum digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menyebut titik pusat/titik kunci terutama dalam istilah kiblat papat lima pancer. Arti pancer dalam kehidupan sehari-hari dengan maknanya dalam dunia karawitan (baca: Jawa) tidak jauh berbeda, yaitu merupakan titik pusat atau titik kunci...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Jur. Karawitan FSP ISI Yogyakarta 2016
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34122
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Istilah pancer telah umum digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menyebut titik pusat/titik kunci terutama dalam istilah kiblat papat lima pancer. Arti pancer dalam kehidupan sehari-hari dengan maknanya dalam dunia karawitan (baca: Jawa) tidak jauh berbeda, yaitu merupakan titik pusat atau titik kunci untuk suatu kelompok, dalam hal ini melodi balungan. Penjelasan untuk tabuhan pancer dalam suatu penyajian gendhing umumnya belum dapat didefinsikan atau dijelaskan secara detail dan teoritis, sehingga perlu dilakukan analisis musikal untuk tabuhan pancer. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan fungsi, faktor yang mempengaruhi garap pancer, dan aplikasi tabuhan pancer pada penggarapan gendhing gaya Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode pengamatan dan observasi secara langsung. Penelitian ini memiliki sifat atau bentuk deskriptif, yaitu lebih menekankan pada analisis secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat fenomena objek yang ada di lapangan. Penelitian ini menunjukkan, bahwa tabuhan pancer tidak hanya berperan sebagai pengunci laya gendhing, melainkan juga sebagai penegas karakter gendhing, serta sebagai penghias balungan gendhing.