Penyutradaraan Film Dokumenter Potret “Ronggeng” sebagai Perwujudan Eksistensi Perempuan di Masyarakat Pangandaran
Ronggeng adalah kesenian yang lahir di tengah-tengah masyarakat dan merupakan salah satu kesenian lokal yang masih bertahan di era modern. Tarian yang dipentaskan oleh sekelompok wanita-wanita cantik ini mempunyai kehidupan yang jauh dari kata sederhana. Cibiran dan pandangan sinis terhadap profesi...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSMR ISI Yogyakarta
2017
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34685 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Ronggeng adalah kesenian yang lahir di tengah-tengah masyarakat dan merupakan salah satu kesenian lokal yang masih bertahan di era modern. Tarian yang dipentaskan oleh sekelompok wanita-wanita cantik ini mempunyai kehidupan yang jauh dari kata sederhana. Cibiran dan pandangan sinis terhadap profesi penerima “saweran” ini masih saja melekat. Keprihatinan terhadap fenomena sosial mengenai pandangan negatif masyarakat tentang sosok penari ronggeng melatarbelakangi untuk menciptakan sebuah karya audio visual dalam bentuk film dokumenter. Keinginan untuk memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap penari ronggeng disampaikan melalui potret Yulia. Yulia (18 tahun), merupakan perempuan muda yang berprofesi sebagai penari ronggeng di Pangandaran selama tujuh tahun. Dari kisah hidup Yulia yang mengedepankan pendidikan dan sadar akan kewajibannya dalam melestarikan kesenian ronggeng begitu menarik untuk dijadikan tokoh perubahan yang mewakili sudut pandang dalam dokumenter ini. Potret kehidupan Yulia dikemas melalui media film dokumenter yang mengedepankan alur penceritaan. Film dokumenter potret “Ronggeng” disusun dengan mengedepankan alur penceritaan naratif, sebab akibat yang tercipta dari cerita Yulia. Genre potret digunakan untuk menyampaikan peristiwa dan permasalahan yang dialami Yulia sebagai penari ronggeng. Penerapan potret ditunjukan dengan aspek human interest dalam keseluruhan film sebagai pembentuk cerita. Perjuangan dan pengorbanan Yulia berikan untuk tetap melestarikan kesenian ronggeng. Yulia merupakan generasi muda yang masih menjunjung tinggi nilai dari sebuah tradisi. Kata kunci: Ronggeng, Dokumenter Potret, Human Interest |
---|