Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)”
Film televisi “AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)” menggunakan gaya neorealisme dalam penyutradaraan. Penyajian cerita dalam film neorealisme mengangkat kisah dan permasalahan masyarakat kelas menengah ke bawah. Film ini diproduksi dengan menerapkan karakteristik gaya neorealisme. Ciri-ciri gaya neore...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSMR ISI Yogyakarta
2017
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34686 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
isilib-34686 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-346862017-08-07T15:13:17Z Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” PRIMADANI, Eka Wahyu gaya neorealisme penyutradaraan film AKDP FSMR ISI Yogyakarta 2017 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34686 TV/Pri/g/2017 Film televisi “AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)” menggunakan gaya neorealisme dalam penyutradaraan. Penyajian cerita dalam film neorealisme mengangkat kisah dan permasalahan masyarakat kelas menengah ke bawah. Film ini diproduksi dengan menerapkan karakteristik gaya neorealisme. Ciri-ciri gaya neorealisme adalah shot on location, menggunakan aktor amatir, serta menyajikan adegan dalam shot yang sederhana melalui teknik deep focus dan longtake. Film terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan. Unsur tersebut dibagi menjadi unsur naratif dan unsur sinematik. Unsur naratif film “AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)” menggunakan latar belakang dunia bus antar kota. Persaingan dan beratnya mencari uang di jalan raya disatukan dengan logika percintaan warga terminal. Cinta segitiga menjadi konflik utama dalam cerita. Unsur sinematik turut mendukung dalam memvisualkan unsur naratif yang terkandung dalam skenario. Film dengan unsur naratif dan unsur sinematik yang saling berkaitan akan mempermudah penyampaian gagasan dan estetika. Penonton dapat hanyut dalam cerita dengan penggunaan unsur sinematik yang berkontribusi terhadap unsur naratif. Gaya neorealisme merupakan bentuk usaha penyampaian interpretasi sutradara terhadap skenario. Hasil pemahaman skenario diubah menjadi film. Neorealisme hadir sebagai karakter film dengan latar belakang dunia transportasi sebagai objek penciptaan. Penonton akan mendapatkan tontonan sekaligus tuntunan dari film ”AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)”.Kata kunci : Neorealisme, Penyutradaraan, Film Yogyakarta xix+119 hal.; ilus.;bib.;lamp.; 30 cm TV. http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
gaya neorealisme penyutradaraan film AKDP TV. |
spellingShingle |
gaya neorealisme penyutradaraan film AKDP TV. PRIMADANI, Eka Wahyu Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” |
description |
Film televisi “AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)” menggunakan gaya neorealisme dalam penyutradaraan. Penyajian cerita dalam film neorealisme mengangkat kisah dan permasalahan masyarakat kelas menengah ke bawah. Film ini diproduksi dengan menerapkan karakteristik gaya neorealisme. Ciri-ciri gaya neorealisme adalah shot on location, menggunakan aktor amatir, serta menyajikan adegan dalam shot yang sederhana melalui teknik deep focus dan longtake. Film terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan. Unsur tersebut dibagi menjadi unsur naratif dan unsur sinematik. Unsur naratif film “AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)” menggunakan latar belakang dunia bus antar kota. Persaingan dan beratnya mencari uang di jalan raya disatukan dengan logika percintaan warga terminal. Cinta segitiga menjadi konflik utama dalam cerita. Unsur sinematik turut mendukung dalam memvisualkan unsur naratif yang terkandung dalam skenario. Film dengan unsur naratif dan unsur sinematik yang saling berkaitan akan mempermudah penyampaian gagasan dan estetika. Penonton dapat hanyut dalam cerita dengan penggunaan unsur sinematik yang berkontribusi terhadap unsur naratif. Gaya neorealisme merupakan bentuk usaha penyampaian interpretasi sutradara terhadap skenario. Hasil pemahaman skenario diubah menjadi film. Neorealisme hadir sebagai karakter film dengan latar belakang dunia transportasi sebagai objek penciptaan. Penonton akan mendapatkan tontonan sekaligus tuntunan dari film ”AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi)”.Kata kunci : Neorealisme, Penyutradaraan, Film |
format |
Tugas Akhir |
author |
PRIMADANI, Eka Wahyu |
author_facet |
PRIMADANI, Eka Wahyu |
author_sort |
PRIMADANI, Eka Wahyu |
title |
Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” |
title_short |
Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” |
title_full |
Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” |
title_fullStr |
Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” |
title_full_unstemmed |
Gaya Neorealisme dalam Penyutradaraan Film Televisi “AKDP (Antar Kota dalam Provinsi)” |
title_sort |
gaya neorealisme dalam penyutradaraan film televisi “akdp (antar kota dalam provinsi)” |
publisher |
FSMR ISI Yogyakarta |
publishDate |
2017 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=34686 |
_version_ |
1741200184443928576 |