Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas
Sebuah karya film pada dasarnya juga merupakan produk komunikasi. Tanpa bermaksud mengabaikan eksistensi film Indonesia yang belakangan justru semakin produktif, kehadiran film kung fu Mandarin di tengah maraknya sejumlah film produksi Amerika, Eropa, India, dan Indonesia, tentunya menarik untuk dis...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Graha Cendekia
2013
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35050 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
isilib-35050 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-350502017-10-03T09:54:05Z Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas TRIARTANTO, Ius hiperealitas Mitos Komunikasi sinema kungfu shaolin Film Graha Cendekia 2013 id Buku Teks http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35050 978-602-17522-8-9 778.53 Tri k Sebuah karya film pada dasarnya juga merupakan produk komunikasi. Tanpa bermaksud mengabaikan eksistensi film Indonesia yang belakangan justru semakin produktif, kehadiran film kung fu Mandarin di tengah maraknya sejumlah film produksi Amerika, Eropa, India, dan Indonesia, tentunya menarik untuk disimak. Apalagi, fenomenanya, telah menorehkan catatan unik. Tercatat memasuki era 2000-an, secara kuantitas, peredaran film kungfu di sejumlah bioskop di kota - kota besar menukik drastis, jika dibanding produksi dekade 1970-an, pertengahan 1980 - an, dan awal 1990-an. Dalam dekade tersebut, produksi film kungfu cukup mendominasi layar bioskop. Baik produksi Hong Kong maupun Taiwan. Jika dikaitkan dengan kajian ilmu komunikasi, produksi film kungfu Mandarin, pada akhirnya menjadi sesuatu fenomena yang patut untuk dicermati. Ada sejumlah simbol dan kekhasan komunikasi yang ingin disampaikan, bukan sekadaar mengenai adu jotos. Tapi ada semangat kebudayaan dan ideologi yang direfleksikan ke dalam media film. China memiliki tingkat peradaban dan kebudayaan yang tinggi. Di negeri China kita dapat menemukan orisinalitas dan kekhasan yang begitu kaya. Mulai dari pakaian, alas kaki, model rambut, bahasa lisan dan tulisan, arsitektur, seni bela diri, makanan dan minuman, peralatan makan dan minum, alat penghitungan ( simpoa ), sistem pemerintahan, strategi perang, hukum, bisnis, nilai - nilai moral, peramalan ( shio ), sistem kalender, sastra dan sebagainya. Semuanya diciptakan dalam tatanan dan kebutuhan hidup masyarakatnya. Yogyakarta http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.10.09.2017.jpg.jpg&width=200 447 hal.: ilus., 21 cm 700 http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.10.09.2017.jpg.jpg&width=200 |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
hiperealitas Mitos Komunikasi sinema kungfu shaolin Film 700 |
spellingShingle |
hiperealitas Mitos Komunikasi sinema kungfu shaolin Film 700 TRIARTANTO, Ius Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
description |
Sebuah karya film pada dasarnya juga merupakan produk komunikasi. Tanpa bermaksud mengabaikan eksistensi film Indonesia yang belakangan justru semakin produktif, kehadiran film kung fu Mandarin di tengah maraknya sejumlah film produksi Amerika, Eropa, India, dan Indonesia, tentunya menarik untuk disimak. Apalagi, fenomenanya, telah menorehkan catatan unik. Tercatat memasuki era 2000-an, secara kuantitas, peredaran film kungfu di sejumlah bioskop di kota - kota besar menukik drastis, jika dibanding produksi dekade 1970-an, pertengahan 1980 - an, dan awal 1990-an. Dalam dekade tersebut, produksi film kungfu cukup mendominasi layar bioskop. Baik produksi Hong Kong maupun Taiwan. Jika dikaitkan dengan kajian ilmu komunikasi, produksi film kungfu Mandarin, pada akhirnya menjadi sesuatu fenomena yang patut untuk dicermati. Ada sejumlah simbol dan kekhasan komunikasi yang ingin disampaikan, bukan sekadaar mengenai adu jotos. Tapi ada semangat kebudayaan dan ideologi yang direfleksikan ke dalam media film. China memiliki tingkat peradaban dan kebudayaan yang tinggi. Di negeri China kita dapat menemukan orisinalitas dan kekhasan yang begitu kaya. Mulai dari pakaian, alas kaki, model rambut, bahasa lisan dan tulisan, arsitektur, seni bela diri, makanan dan minuman, peralatan makan dan minum, alat penghitungan ( simpoa ), sistem pemerintahan, strategi perang, hukum, bisnis, nilai - nilai moral, peramalan ( shio ), sistem kalender, sastra dan sebagainya. Semuanya diciptakan dalam tatanan dan kebutuhan hidup masyarakatnya. |
format |
Buku Teks |
author |
TRIARTANTO, Ius |
author_facet |
TRIARTANTO, Ius |
author_sort |
TRIARTANTO, Ius |
title |
Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
title_short |
Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
title_full |
Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
title_fullStr |
Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
title_full_unstemmed |
Komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
title_sort |
komunikasi sinema film kungfu shaolin antara mitos dan hiperealitas |
publisher |
Graha Cendekia |
publishDate |
2013 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35050 |
callnumber-raw |
http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.10.09.2017.jpg.jpg&width=200 |
callnumber-search |
http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/ID.10.09.2017.jpg.jpg&width=200 |
_version_ |
1741200254232952832 |