Tinjauan Ikonografi Dan Ikonologi Poster Perjuangan “Boeng, Ajo Boeng” (1945) Karya Soedjojono, Affandi, Dan Chairil Anwar

Poster sebagai media komunikasi visual, mulai dimanfaatkan di Indonesia sejak masa kolonialisme Belanda dan Jepang. Bahkan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945, poster digunakan dalam mengkomunikasikan pesan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia, yakni melalui media poster perjuangan. S...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: ABDURROZAQ
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yk. 2017
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35410
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Poster sebagai media komunikasi visual, mulai dimanfaatkan di Indonesia sejak masa kolonialisme Belanda dan Jepang. Bahkan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia tahun 1945, poster digunakan dalam mengkomunikasikan pesan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia, yakni melalui media poster perjuangan. Salah satu poster perjuangan tersebut adalah poster perjuangan “Boeng, Ajo Boeng” (1945) karya Soedjojono, Affandi, dan Chairil Anwar. Poster perjuangan “Boeng, Ajo Boeng” (1945) menarik untuk dianalisa, selain karena konteks waktu kemunculannya pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia, poster ini juga diciptakan oleh kolaborasi seniman besar Indonesia pada saat itu. Melalui teori ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky (1955), penelitian ini ingin mengungkap nilai atau makna intrinsik poster perjuangan “Boeng, Ajo Boeng” (1945) sebagai suatu karya seni melalui identifikasi terhadap situasi dan kondisi sosial, politik, budaya, maupun perkembangan seni Indonesia pada tahun 1945. Simpulan penelitian ini adalah poster perjuangan “Boeng, Ajo Boeng” (1945) merupakan simbol dualitas “Polemik Kebudayaan” budaya Timur dan Barat di Indonesia yang terjadi pada tahun 1933-1939. Poster ini juga merupakan simbol paradoks budaya Indonesia pada tahun 1945 yang tetap mempertahankan jiwa budaya Timur namun dengan mengadopsi hal-hal positif dari budaya Barat.