Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung

Tari Nyambai adalah komposisi tari kelompok berpasangan gadis-gadis (muli) danbujang (mekhanai) sebagai ajang pergaulan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh.Sebagai tarian adat pada masyarakat saibatin (pesisir), kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian upacara perkawinan masyarakat saibati...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: NINGRUM, Cintia Restia
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yk. 2017
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35557
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-35557
record_format oai_dc
spelling isilib-355572017-12-18T09:40:16Z Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung NINGRUM, Cintia Restia upacara penayuhan Tari Nyambai Seni Tari FSP ISI Yk. 2017 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35557 ST.PKJ/Nin/f/2017 Tari Nyambai adalah komposisi tari kelompok berpasangan gadis-gadis (muli) danbujang (mekhanai) sebagai ajang pergaulan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh.Sebagai tarian adat pada masyarakat saibatin (pesisir), kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian upacara perkawinan masyarakat saibatin/pesisir yang disebut dengan upacara Nayuh/Penayuhan. Upacara Nayuh/Penayuhan adalah upacara perkawinan adat besar-besaran yang diadakan oleh masyarakat Lampung yang beradat Saibatin/pesisir. Penelitianinimemakai metode bersifatbersifat deskriptif analisis dengan pendekatan sosio-budaya Raymond Williamsdanteori fungsi Malinowski.Dalam sosiologi budaya ada tiga komponen pokok, yaitu (1). institution atau lembaga budaya yang menanyakan: siapa yang mengontrol, dan bagaimana kontrol itu dilakukan (lembaga adat), (2) Isi budaya, yaitu produk atau simbol apa yang dihasilkan (tari Nyambai), dan (3). Efek budaya, yaitu apa yang diusahakan . Ada tiga kategori fungsi dalamkebudayaan menurutMalinowsiyakni, (1). Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan biologis, seperti kebutuhan akan pangan dan prokreasi, 2) Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan instrumental, seperti kebutuhan akan hukum danpendidikan, dan (3). Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan integratif, seperti agama dan kesenian. Elaborasi antara keduanyamencerminkan adanya keharmonisan komunikasi masyarakat dan bentuk peneguhan upacara pernikahan sebagai kebijakan adat yang harus dipatuhi seluruh warga pesisir Barat, Lampung sebagai basis sosialnya. Yogyakarta xii, 173 hal.: ilus.; 30 cm. NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic upacara penayuhan
Tari Nyambai
Seni Tari
NONE
spellingShingle upacara penayuhan
Tari Nyambai
Seni Tari
NONE
NINGRUM, Cintia Restia
Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung
description Tari Nyambai adalah komposisi tari kelompok berpasangan gadis-gadis (muli) danbujang (mekhanai) sebagai ajang pergaulan atau ajang silahturahmi untuk mencari jodoh.Sebagai tarian adat pada masyarakat saibatin (pesisir), kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian upacara perkawinan masyarakat saibatin/pesisir yang disebut dengan upacara Nayuh/Penayuhan. Upacara Nayuh/Penayuhan adalah upacara perkawinan adat besar-besaran yang diadakan oleh masyarakat Lampung yang beradat Saibatin/pesisir. Penelitianinimemakai metode bersifatbersifat deskriptif analisis dengan pendekatan sosio-budaya Raymond Williamsdanteori fungsi Malinowski.Dalam sosiologi budaya ada tiga komponen pokok, yaitu (1). institution atau lembaga budaya yang menanyakan: siapa yang mengontrol, dan bagaimana kontrol itu dilakukan (lembaga adat), (2) Isi budaya, yaitu produk atau simbol apa yang dihasilkan (tari Nyambai), dan (3). Efek budaya, yaitu apa yang diusahakan . Ada tiga kategori fungsi dalamkebudayaan menurutMalinowsiyakni, (1). Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan biologis, seperti kebutuhan akan pangan dan prokreasi, 2) Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan instrumental, seperti kebutuhan akan hukum danpendidikan, dan (3). Kebudayaan harus memenuhi kebutuhan integratif, seperti agama dan kesenian. Elaborasi antara keduanyamencerminkan adanya keharmonisan komunikasi masyarakat dan bentuk peneguhan upacara pernikahan sebagai kebijakan adat yang harus dipatuhi seluruh warga pesisir Barat, Lampung sebagai basis sosialnya.
format Tugas Akhir
author NINGRUM, Cintia Restia
author_facet NINGRUM, Cintia Restia
author_sort NINGRUM, Cintia Restia
title Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung
title_short Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung
title_full Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung
title_fullStr Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung
title_full_unstemmed Fungsi Tari Nyambai Pada Upacara Perkawinan Adat Nayuh Pada Masyarakat Saibatin Di Pesisir Barat Lampung
title_sort fungsi tari nyambai pada upacara perkawinan adat nayuh pada masyarakat saibatin di pesisir barat lampung
publisher FSP ISI Yk.
publishDate 2017
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=35557
_version_ 1741200352514932736