Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu

Kota Batu merupakan wilayah yang menjadi tujuan wisata dan peristirahatan sejak era Kerajaan Medang hingga saat ini. Jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan menjadikan Kota Batu sebagai salah satu destinasi tujuan wisata di Jawa Timur. Pada tahun 2013 pemerintah Kota Batu memperkenalkan SHinin...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: ATMAJI, Lutfi Tri
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2018
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36532
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-36532
record_format oai_dc
spelling isilib-365322018-08-08T11:17:38Z Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu ATMAJI, Lutfi Tri overlapping pariwisata Kota Batu identitas Strategi City Branding PPS ISI Yogyakarta 2018 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36532 TES/MTS/Atm/s/2018 Kota Batu merupakan wilayah yang menjadi tujuan wisata dan peristirahatan sejak era Kerajaan Medang hingga saat ini. Jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan menjadikan Kota Batu sebagai salah satu destinasi tujuan wisata di Jawa Timur. Pada tahun 2013 pemerintah Kota Batu memperkenalkan SHining batu sebagai branding Kota Batu, namun hingga saat ini masih banyak wisatawan dan masyarakat yang masih menganggap Kota Batu merupakan bagian dari Kota Malang atau adanya fenomena overlapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab adanya overlapping di Kota Batu dan menganalisa kesesuaian city branding shining Batu dengan identitas Kota Batu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai proses pengambilan data. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 6 nara sumber diantaranya dari kelompok pengelola 2 nara sumber sebagai perwakilan dari pemerintah Kota Batu, 3 narasumber sebagai expertise dan 1 nara sumber warga Kota Batu. Wawancara terhadap 10 wisatawan juga dilakukan sebagai data pilot study. Hasil temuannya adalah faktor sejarah adminitratif memiliki peran besar dalam penyebab overlapping di Kota Batu dimana sebelum berdiri menjadi Kota Madya wilayah Batu masih tergabung sebagai wilayah administratif Kabupaten Malang. Strategi yang digunakan berupa promosi dan pengenalan brand shiningBatu kepada wisatawan dan masyrakat Kota Baru. Pada temuan ke dua , city branding Shinning Batu kurang memiliki identitas Kita Batu. Menurut hasil analisa data wawancara dari narasumber dan pylot study terhadap 10 wisatawan menyatakan bahwa pariwisata dan apel lebih mewakili identitas dari Kota Batu. Tagline Kota Wisata Batu sebagai penamaan Kota Batu saat ini justru lebih merepresentasikan identitas dari Kota Batu. Yogyakarta xii,141 hal.: ilus., lamp., 30 cm TES/ http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic overlapping
pariwisata
Kota Batu
identitas
Strategi City Branding
TES/
spellingShingle overlapping
pariwisata
Kota Batu
identitas
Strategi City Branding
TES/
ATMAJI, Lutfi Tri
Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu
description Kota Batu merupakan wilayah yang menjadi tujuan wisata dan peristirahatan sejak era Kerajaan Medang hingga saat ini. Jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan menjadikan Kota Batu sebagai salah satu destinasi tujuan wisata di Jawa Timur. Pada tahun 2013 pemerintah Kota Batu memperkenalkan SHining batu sebagai branding Kota Batu, namun hingga saat ini masih banyak wisatawan dan masyarakat yang masih menganggap Kota Batu merupakan bagian dari Kota Malang atau adanya fenomena overlapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab adanya overlapping di Kota Batu dan menganalisa kesesuaian city branding shining Batu dengan identitas Kota Batu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai proses pengambilan data. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 6 nara sumber diantaranya dari kelompok pengelola 2 nara sumber sebagai perwakilan dari pemerintah Kota Batu, 3 narasumber sebagai expertise dan 1 nara sumber warga Kota Batu. Wawancara terhadap 10 wisatawan juga dilakukan sebagai data pilot study. Hasil temuannya adalah faktor sejarah adminitratif memiliki peran besar dalam penyebab overlapping di Kota Batu dimana sebelum berdiri menjadi Kota Madya wilayah Batu masih tergabung sebagai wilayah administratif Kabupaten Malang. Strategi yang digunakan berupa promosi dan pengenalan brand shiningBatu kepada wisatawan dan masyrakat Kota Baru. Pada temuan ke dua , city branding Shinning Batu kurang memiliki identitas Kita Batu. Menurut hasil analisa data wawancara dari narasumber dan pylot study terhadap 10 wisatawan menyatakan bahwa pariwisata dan apel lebih mewakili identitas dari Kota Batu. Tagline Kota Wisata Batu sebagai penamaan Kota Batu saat ini justru lebih merepresentasikan identitas dari Kota Batu.
format Tugas Akhir
author ATMAJI, Lutfi Tri
author_facet ATMAJI, Lutfi Tri
author_sort ATMAJI, Lutfi Tri
title Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu
title_short Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu
title_full Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu
title_fullStr Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu
title_full_unstemmed Strategy City branding Shining Batu sebagai identitas pariwisata Kota Batu
title_sort strategy city branding shining batu sebagai identitas pariwisata kota batu
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2018
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36532
_version_ 1741200538087718912