Filsafat Humanisme Teistik Menurut Kahlil Gibran
Secara histois humanisme untuk pertama kalinya mengalami masa pasang surut di Italia pada abad ke-14 pada saat sastra dan seni Romawi dan Yunani yang pra-Kristiani ditemukan kemabli dan dijunjung tinggi, anatara alin oleh para paus, dengan membangun museum-museum dan usaha-usaha lain. Kekhasan human...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Paradigma
2005
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36639 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Secara histois humanisme untuk pertama kalinya mengalami masa pasang surut di Italia pada abad ke-14 pada saat sastra dan seni Romawi dan Yunani yang pra-Kristiani ditemukan kemabli dan dijunjung tinggi, anatara alin oleh para paus, dengan membangun museum-museum dan usaha-usaha lain. Kekhasan humanisme itu adalah sikap religius yang inklusif. Buku ini membahas filsafat humanisme teistik menurut Kahlil Gibran. Yaitu diantaranya bab I humanisme, bab II pokok-pokok pemikiran Gibran, bab III dimensi humanisme pemikiran Kahlil Gibran, bab IV evaluasi, dan bab V kesimpulan. |
---|