Penyutradaraan Reality Show “Brush Me Up” dengan Konsep Beauty Shot sebagai Penunjang Detail Make-Up (Episode 1: Fiction Magic)
Manusia jika ingin bertahan hidup maka dia harus bekerja, berkerja untukmendapatkan upah/gaji, akan tetapi mempekerjakan pekerjaan yang tidak sesuaidengan bakat, jelas pekerjaan tersebut akan terasa lebih berat. Berbeda denganseseorang yang membuat seni sebagai suatu pekerjaan, mereka menggunakanima...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSMR ISI Yogyakarta
2018
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36930 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Manusia jika ingin bertahan hidup maka dia harus bekerja, berkerja untukmendapatkan upah/gaji, akan tetapi mempekerjakan pekerjaan yang tidak sesuaidengan bakat, jelas pekerjaan tersebut akan terasa lebih berat. Berbeda denganseseorang yang membuat seni sebagai suatu pekerjaan, mereka menggunakanimajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Salah satunyaadalah seniman make-up yang biasa di sebut dengan istilah Make-up Artist dalamdunia profesional. Make-up artist sering dipekerjakan di belakang layar untukmemenuhi kebutuhan naskah pada sebuah cerita film fiksi, panggung teater maupunkeperluan yang lain. Menciptakan sebuah karakter make-up dibutuhkan kreatifitasdan imajinasi yang kemudian di tuangkan dengan bakat, yaitu merealisasikanimajinasi menjadi nyata. Dari ide tersebut muncullah nama “Brush Me Up” yaitusebuah program acara yang membahas bagaimana kehidupan sehari-hari tim makeupartist dalam menghadapi client di satu projek bersama fotografer profesionaluntuk mewujudkan sebuah karya berbentuk make-up karakter yang kemudian olehpenata kamera di ambil shot cantiknya (beauty shot) untuk menunjang detail makeup.Program “Brush Me Up” dikemas seperti bercerita tentang bagaimanamake-up artist menyelesaikan tahapan pembuatan make-up karakter dari awalhingga akhir. Proses tersebut meliputi ide penciptaan tokoh “Fiction Magic”,ilustrasi gambar ketiga karakter “Fiction Magic”, perancangan make-up, kostum,properti penunjang hingga eksekusi sesuai dengan tema tiap episodenya. Timmake-up bekerjasama untuk menyelesaikan semua tahap dengan sebaik mungkin.Kehidupan make-up artist tidak jauh dari industri kreatif, make-up artistselalu berhubungan langsung dengan client dan sutradara yang menginginkanmake-up tertentu untuk sebuah karya. Mereka rela membayar mahal demimenciptakan karakter yang pas. Dari situlah, kehidupan make-up artist sangatmenarik untuk diikuti dan dikupas tuntas. Reality show sangat cocok untuk menjadiwadah program acara khusus untuk mengetahui lebih lanjut kehidupan make-upartist.Kata kunci : Reality show, make-up, beauty shot |
---|