Proses Kreatif Cak Kartolo dalam Jula-Juli
Ludruk merupakan kesenian khas JawaTimur yang berupa teater rakyatyang membawakan cerita urban, bertema komedi tragedi. Kesenian yang berawaldari seni pertunjukan besutan yang berkembang di Jombang, kemudian hijrah keKota Surabaya dan berkembang menjadi bentuk teater modern yang diiringigamelan jula...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSP ISI Yogyakarta
2018
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36934 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Ludruk merupakan kesenian khas JawaTimur yang berupa teater rakyatyang membawakan cerita urban, bertema komedi tragedi. Kesenian yang berawaldari seni pertunjukan besutan yang berkembang di Jombang, kemudian hijrah keKota Surabaya dan berkembang menjadi bentuk teater modern yang diiringigamelan jula-juli. Ciri khas dari Ludruk yang masih ada hingga saat ini adalahtradisi travesi yakni penggunaan pemain laki-laki untuk memerankan tokohperempuan. Uniknya di Surabaya ada salah satu seniman bernama Cak Kartoloyang tidak mengikuti pakem travesi. Beliau tetap menghadirkan perempuan untukmelengkapi pertunjukannya. Jula-juli yang khas adalah andalan beliau untukmembuat pertunjukannya beda dengan pertunjukan Ludruk pada umumnya. Halini berdampak kekonsistensian beliau hingga saatini menekuni kesenian LudrukSurabaya. Prestasi Cak Kartolo sudah bisa di akui menjadi seniman LudrukSurabaya. Pemilihan tema cerita yang menarik, adanya unsur humor dan unsureedukasi pada cerita pertunjukan yang lebih menarik merupakan upaya-upaya yangdilakukan Cak Kartolo dalam mengemas cerita Ludruk Surabaya untukmeningkatkan daya tarik penonton.Kata Kunci : ludruk, travesi, jula-juli, prestasi, edukasi |
---|