Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman

Skenario film ini terinspirasi dari sebuah puisi Chairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi. Skenario ini berisi kegelisahan serta gejolak perasaan saat melihat fenomena yang terjadi di sekitar kehidupan. Peristiwa itu berkaitan dengan kehidupan anak muda yang diliputi kebingungan dan kegamangan me...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: FAUZAN, Muhamad Erlangga
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Prodi S-1 Televisi dan Film Jurusan Televisi FSMR ISI Yogyakarta 2017
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36963
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-36963
record_format oai_dc
spelling isilib-369632018-10-26T09:58:50Z Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman FAUZAN, Muhamad Erlangga sinema ekspresionisme Jerman Penyutradaraan Film Prodi S-1 Televisi dan Film Jurusan Televisi FSMR ISI Yogyakarta 2017 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36963 TV/Fau/p/2017 Skenario film ini terinspirasi dari sebuah puisi Chairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi. Skenario ini berisi kegelisahan serta gejolak perasaan saat melihat fenomena yang terjadi di sekitar kehidupan. Peristiwa itu berkaitan dengan kehidupan anak muda yang diliputi kebingungan dan kegamangan menyambut hari depan. Kehidupan yang serba tidak pasti, yang menyangkut masalah akses pendidikan, ancaman pengangguran dan angan-angan berumah tangga.Penyutradaraan yang digunakan untuk mengimplementasikan skenario ini ke dalam bentuk film adalah dengan menggunakan gaya Sinema Ekspresionisme Jerman. Gaya sinema ini berusaha untuk menggambarkan kondisi psikologis dan sosial dengan menggeser konsep realita dari yang sifatnya representasi visual fisik menjadi suatu sifat yang berdasarkan perasaan dan suasana hati yang dialami oleh masyarakat. Gaya ini bertujuan untuk menciptakan dan membangun nuansa kengerian, kelesuan, kegelisahan sekaligus nuansa humor.Ciri-ciri gaya ini meliputi tema cerita yang berlawanan dengan realita, karakter pemain melawan efek perilaku alami, setting atau latar ruang tidak realistis, kostum dan tata rias bersifat simbolis, pencahayaan kontras, dan alur cerita yang lambat serta biasanya memakai shot-shot panjang. Pada film Yang Kini Terbaring akan digunakan beberapa elemen dari Sinema Ekspresionisme Jerman, antara lain yaitu elemen karakter dengan prinsip teatrikal, menggunakan setting atau latar ruang simbolis, kostum dan tata rias yang tidak realis, pencahayaan kontras dan alur cerita yang lambat serta pemakaian shot-shot berdurasi panjang. Pemakaian gaya ini diharapkan mampu untuk menggugah emosi dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton. Yogyakarta xv, 103 hal.: ilus.: lamp. NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic sinema ekspresionisme Jerman
Penyutradaraan
Film
NONE
spellingShingle sinema ekspresionisme Jerman
Penyutradaraan
Film
NONE
FAUZAN, Muhamad Erlangga
Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman
description Skenario film ini terinspirasi dari sebuah puisi Chairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi. Skenario ini berisi kegelisahan serta gejolak perasaan saat melihat fenomena yang terjadi di sekitar kehidupan. Peristiwa itu berkaitan dengan kehidupan anak muda yang diliputi kebingungan dan kegamangan menyambut hari depan. Kehidupan yang serba tidak pasti, yang menyangkut masalah akses pendidikan, ancaman pengangguran dan angan-angan berumah tangga.Penyutradaraan yang digunakan untuk mengimplementasikan skenario ini ke dalam bentuk film adalah dengan menggunakan gaya Sinema Ekspresionisme Jerman. Gaya sinema ini berusaha untuk menggambarkan kondisi psikologis dan sosial dengan menggeser konsep realita dari yang sifatnya representasi visual fisik menjadi suatu sifat yang berdasarkan perasaan dan suasana hati yang dialami oleh masyarakat. Gaya ini bertujuan untuk menciptakan dan membangun nuansa kengerian, kelesuan, kegelisahan sekaligus nuansa humor.Ciri-ciri gaya ini meliputi tema cerita yang berlawanan dengan realita, karakter pemain melawan efek perilaku alami, setting atau latar ruang tidak realistis, kostum dan tata rias bersifat simbolis, pencahayaan kontras, dan alur cerita yang lambat serta biasanya memakai shot-shot panjang. Pada film Yang Kini Terbaring akan digunakan beberapa elemen dari Sinema Ekspresionisme Jerman, antara lain yaitu elemen karakter dengan prinsip teatrikal, menggunakan setting atau latar ruang simbolis, kostum dan tata rias yang tidak realis, pencahayaan kontras dan alur cerita yang lambat serta pemakaian shot-shot berdurasi panjang. Pemakaian gaya ini diharapkan mampu untuk menggugah emosi dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi penonton.
format Tugas Akhir
author FAUZAN, Muhamad Erlangga
author_facet FAUZAN, Muhamad Erlangga
author_sort FAUZAN, Muhamad Erlangga
title Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman
title_short Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman
title_full Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman
title_fullStr Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman
title_full_unstemmed Penyutradaraan Film Yang Kini Terbaring Dengan Gaya Sinema Ekspresionisme Jerman
title_sort penyutradaraan film yang kini terbaring dengan gaya sinema ekspresionisme jerman
publisher Prodi S-1 Televisi dan Film Jurusan Televisi FSMR ISI Yogyakarta
publishDate 2017
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=36963
_version_ 1741200618864771072