Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard
Era informasi yang penuh dengan silang sengkarut wacana membuat manusia menghadapi masalah - masalah kemanusiaan baru, diantranya delegitimasi dan kapitalisasi pengetahuan serta kehidupan mekanis dan ekonomis. Dunia kehidupan manusia dijajah menjadi sekedar persoalan sarana untuk mencapai tujuan. Pa...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Lembaga Ladang Kata
2016
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39433 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
isilib-39433 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-394332019-01-23T15:22:03Z Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard PRASISIKO,Yongky Gigih Jean - Francois Lyotard postmodern seluk estetika peran seni Seni nirmanusia Lembaga Ladang Kata 2016 id Buku Teks http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39433 978-602-1093-58-0 701.17 Pra s Era informasi yang penuh dengan silang sengkarut wacana membuat manusia menghadapi masalah - masalah kemanusiaan baru, diantranya delegitimasi dan kapitalisasi pengetahuan serta kehidupan mekanis dan ekonomis. Dunia kehidupan manusia dijajah menjadi sekedar persoalan sarana untuk mencapai tujuan. Pada saat itulah budaya telah kehilangan dorongannya sebagai sumber kreativitas manusia. Dalam hal ini, Lyotard berniat membangkitkan kemampuan eksperimentasi manusia dalam mengolah kehidupannya, bahwa manusia memiliki dimensi ketakterbatasan yang diwujudkan melalui karya seni. Seninirmanusia merupakan jawaban Lyotard tentang peran seni di era kontemporer. Seni nirmanusia bermaksud untuk terus mentransformasikan pengalaman manusia yang tak terbatas. Ia mendorong manusia untuk terus menggarap hidup lagi, bukan sebagai pelarian tetapi sebagai pintu masuk bagi manusia untuk terus hidup setelah kematiannya. Buku ini terbagi dalam beberapa bagian yaitu : bagian satu membicarakan tentang awal mula perdebatan, bagian kedua tentang konteks politik peristiwa Mei 1968 : tentang hasrat, bagian ketiga tentang seni modern : menuju seni postmodern, bagian keempat tentang seni postmodern yang meliputi aesthetic judgement dan sublim dari Kant, estetika Jean - Farncois Lyotard, sublim sebagai cara berfikir kritis, sublim dalam seni, sublim dalam seni avant - garde. Dan bagian terakhir membahas tentang seni nirmanusia itu sendiri. Yogyakarta http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Seni_nirmanusia.jpeg.jpeg&width=200 xii, 88 hal.: 21 cm 700 http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Seni_nirmanusia.jpeg.jpeg&width=200 |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
Jean - Francois Lyotard postmodern seluk estetika peran seni Seni nirmanusia 700 |
spellingShingle |
Jean - Francois Lyotard postmodern seluk estetika peran seni Seni nirmanusia 700 PRASISIKO,Yongky Gigih Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard |
description |
Era informasi yang penuh dengan silang sengkarut wacana membuat manusia menghadapi masalah - masalah kemanusiaan baru, diantranya delegitimasi dan kapitalisasi pengetahuan serta kehidupan mekanis dan ekonomis. Dunia kehidupan manusia dijajah menjadi sekedar persoalan sarana untuk mencapai tujuan. Pada saat itulah budaya telah kehilangan dorongannya sebagai sumber kreativitas manusia. Dalam hal ini, Lyotard berniat membangkitkan kemampuan eksperimentasi manusia dalam mengolah kehidupannya, bahwa manusia memiliki dimensi ketakterbatasan yang diwujudkan melalui karya seni. Seninirmanusia merupakan jawaban Lyotard tentang peran seni di era kontemporer. Seni nirmanusia bermaksud untuk terus mentransformasikan pengalaman manusia yang tak terbatas. Ia mendorong manusia untuk terus menggarap hidup lagi, bukan sebagai pelarian tetapi sebagai pintu masuk bagi manusia untuk terus hidup setelah kematiannya. Buku ini terbagi dalam beberapa bagian yaitu : bagian satu membicarakan tentang awal mula perdebatan, bagian kedua tentang konteks politik peristiwa Mei 1968 : tentang hasrat, bagian ketiga tentang seni modern : menuju seni postmodern, bagian keempat tentang seni postmodern yang meliputi aesthetic judgement dan sublim dari Kant, estetika Jean - Farncois Lyotard, sublim sebagai cara berfikir kritis, sublim dalam seni, sublim dalam seni avant - garde. Dan bagian terakhir membahas tentang seni nirmanusia itu sendiri. |
format |
Buku Teks |
author |
PRASISIKO,Yongky Gigih |
author_facet |
PRASISIKO,Yongky Gigih |
author_sort |
PRASISIKO,Yongky Gigih |
title |
Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard |
title_short |
Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard |
title_full |
Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard |
title_fullStr |
Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard |
title_full_unstemmed |
Seni nirmanusia : seluk estetika postmodern Jean - Francois Lyotard |
title_sort |
seni nirmanusia : seluk estetika postmodern jean - francois lyotard |
publisher |
Lembaga Ladang Kata |
publishDate |
2016 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39433 |
callnumber-raw |
http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Seni_nirmanusia.jpeg.jpeg&width=200 |
callnumber-search |
http://opac.isi.ac.id//lib/minigalnano/createthumb.php?filename=../../images/docs/Seni_nirmanusia.jpeg.jpeg&width=200 |
_version_ |
1741201088426541057 |