Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis

Kemiskinan secara garis besar adalah kondisi atau suasana yang terjadi pada suatu tempat, bisa sebuah desa, kota atau Negara, bahkan kondisi ini juga bisa terjadi dan di alami oleh seseorang. Dari perjalanan pengalaman kehidupan selama di Madagaskar ataupun di Indonesia, rasa sedih terhadap orang mi...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: EDDY, Fananantsoa Jean
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39762
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-39762
record_format oai_dc
spelling isilib-397622019-03-12T10:51:45Z Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis EDDY, Fananantsoa Jean Kemiskinan, ekspresi, pengalaman, kehidupan, peras PPS ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39762 TES/SL/Edd/p/2019 Kemiskinan secara garis besar adalah kondisi atau suasana yang terjadi pada suatu tempat, bisa sebuah desa, kota atau Negara, bahkan kondisi ini juga bisa terjadi dan di alami oleh seseorang. Dari perjalanan pengalaman kehidupan selama di Madagaskar ataupun di Indonesia, rasa sedih terhadap orang miskin muncul, ketika melihat orang miskin dipingiran jalan, tempt-tempah kumuh, di pasar maunpun di tempan lain yang memperlihatkan kondisi miskin. Kehidupan penuh kesedihan, jika melihat orang tidak ada tempat tinggal, begitu juga melihat rumah dan tempat yang sangat kotor dan berantakan. Hal ini sangat mendorong saya untuk menuangkannya ke dalam karya seni lukis.Perasaan yang dialami dari potret kemiskinan yang terjadi dari kehidupan nyata, dituangkan ke dalam karya seni lukis melalui beberapa proses dan eksplorasi untuk menangkap dan menemukan nilai artistik, dramatik dari ekspresi yang dihadirkan dalam lukisan wajah. Sehingga lukisan wajah menampakan figur dan objek lain yang menyimbolkan kemiskinan dengan rasa empati melalui bentuk karya seni lukis. Metode penciptaan karya lukisan dilakukan melalui beberapa tahap yang diawali dengan menggunakan metode David Campbell yaitu preparation, concentration, incubation, ilumination dan verification.Adapun karya yang dihasilkan berupa sepuluh buah lukisan yang masing-masing bertemakan masalah potret kemiskinan. Ideom bentuk yang dipilih adalah wajah dan figur manusia, rumah tinggal, obyek-obyek seperti kaleng, knalpot, kardus bekas, pakaian lusuh.Karya lukisan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat untuk pengembangan daya kreatif serta mengembangkan wawasan khasanah seni terutama di Madagaskar dalam konteks tema sosial budaya yang dipengaruhi segala kemiskinan. Untuk membangun eksistensi proses berkarya pribadi dengan cara yang selalu menghadirkan karya-karya dengan mengunkapkan situasi kemiskinan dalam bentuk karya lukis yang inovatif dan kreatif. Yogyakarta xiv + 87 hal.; ilus.: 30 cm TES/SL/Edd/p/2019 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Kemiskinan, ekspresi, pengalaman, kehidupan, peras
TES/SL/Edd/p/2019
spellingShingle Kemiskinan, ekspresi, pengalaman, kehidupan, peras
TES/SL/Edd/p/2019
EDDY, Fananantsoa Jean
Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
description Kemiskinan secara garis besar adalah kondisi atau suasana yang terjadi pada suatu tempat, bisa sebuah desa, kota atau Negara, bahkan kondisi ini juga bisa terjadi dan di alami oleh seseorang. Dari perjalanan pengalaman kehidupan selama di Madagaskar ataupun di Indonesia, rasa sedih terhadap orang miskin muncul, ketika melihat orang miskin dipingiran jalan, tempt-tempah kumuh, di pasar maunpun di tempan lain yang memperlihatkan kondisi miskin. Kehidupan penuh kesedihan, jika melihat orang tidak ada tempat tinggal, begitu juga melihat rumah dan tempat yang sangat kotor dan berantakan. Hal ini sangat mendorong saya untuk menuangkannya ke dalam karya seni lukis.Perasaan yang dialami dari potret kemiskinan yang terjadi dari kehidupan nyata, dituangkan ke dalam karya seni lukis melalui beberapa proses dan eksplorasi untuk menangkap dan menemukan nilai artistik, dramatik dari ekspresi yang dihadirkan dalam lukisan wajah. Sehingga lukisan wajah menampakan figur dan objek lain yang menyimbolkan kemiskinan dengan rasa empati melalui bentuk karya seni lukis. Metode penciptaan karya lukisan dilakukan melalui beberapa tahap yang diawali dengan menggunakan metode David Campbell yaitu preparation, concentration, incubation, ilumination dan verification.Adapun karya yang dihasilkan berupa sepuluh buah lukisan yang masing-masing bertemakan masalah potret kemiskinan. Ideom bentuk yang dipilih adalah wajah dan figur manusia, rumah tinggal, obyek-obyek seperti kaleng, knalpot, kardus bekas, pakaian lusuh.Karya lukisan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat untuk pengembangan daya kreatif serta mengembangkan wawasan khasanah seni terutama di Madagaskar dalam konteks tema sosial budaya yang dipengaruhi segala kemiskinan. Untuk membangun eksistensi proses berkarya pribadi dengan cara yang selalu menghadirkan karya-karya dengan mengunkapkan situasi kemiskinan dalam bentuk karya lukis yang inovatif dan kreatif.
format Tugas Akhir
author EDDY, Fananantsoa Jean
author_facet EDDY, Fananantsoa Jean
author_sort EDDY, Fananantsoa Jean
title Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
title_short Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
title_full Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
title_fullStr Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
title_full_unstemmed Potret Kemiskinan sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
title_sort potret kemiskinan sebagai ide penciptaan seni lukis
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39762
_version_ 1741201151522504704