Penerapan Time Expand Untuk Membangun Dramatisasi Dalam Editing Film “Gatot Wesi”

Terinspirasi dari kejadian yang pernah terjadi di kota Yogyakarta tentang maraknya pembacokan di malam hari. Cerita ini mengangkat tokoh bernama Kliwon yang membuat baju besi untuk memerangi para pembacok di jalanan karena merasa terusik dan ingin membalas dendam karena sang kekasih terkena dampak...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: PUTRA, Dewangga Arya
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSMR ISI Yk. 2018
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=39898
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Terinspirasi dari kejadian yang pernah terjadi di kota Yogyakarta tentang maraknya pembacokan di malam hari. Cerita ini mengangkat tokoh bernama Kliwon yang membuat baju besi untuk memerangi para pembacok di jalanan karena merasa terusik dan ingin membalas dendam karena sang kekasih terkena dampak dari para pembacok. Ide penciptaan film ini adalah tentang Superhero bernama “Gatot Wesi” remaja yang harus membuat baju besi untuk mencari dan mengalahkan para pembacok untuk membalas dendam atas perbuatan yang melukai kekasihnya. Tanpa dia sadari dia malah menjadi seorang superhero karena memerangi kejahatan. Teknik editing yang menjadi fokus utama pada film ini adalah Time Expand, sebuah teknik editing yang mengedepankan manipulasi waktu dengan slow motion. Time Expand digunakan pada beberapa adegan dalam film ini. Seperti pada adegan perkelahian, kejar-kajaran antara tokoh utama dan antagonis, serta scene montage. Penggunaan time expand sangat dibutuhkan pada film bergenre action superhero, karena film bergenre ini membutuhkan penekanan dramatisasi pada setiap adegan-adegan inti.