Representasi Seniman Sugiyo dalam Film Dokumenter Potret Berjudul “Menanti Senja” dengan Tipe Expository
Karya tugas akhir penyutradaraan film dokumenter potret “Menanti Senja” merupakan sebuah karya yang menceritakan potret kehidupan mbah Sugiyo yang dulunya dalah seorang seniman lawak yang karirnya bagus dalam bermain lawak ketoprak hingga dapat ikut menjadi pelawak Srimulat generasi pertama dan seka...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Partitur/Praktek Musik |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSMR ISI Yogyakarta
2019
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40122 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Karya tugas akhir penyutradaraan film dokumenter potret “Menanti Senja” merupakan sebuah karya yang menceritakan potret kehidupan mbah Sugiyo yang dulunya dalah seorang seniman lawak yang karirnya bagus dalam bermain lawak ketoprak hingga dapat ikut menjadi pelawak Srimulat generasi pertama dan sekarang dengan keterbatasannya mbah Sugiyo menetap di Panti jompo dengan kehidupan yang jauh berbeda dari orang tua yang dirawat oleh anak atau cucu sendiri karya ini juga menceritakan setiap permasalahan yang dihadapi mbah Sugiyo di keluarga dan pada saat hidup dipanti jompo. Genre potret pada film dokumenter ini akan mengangkat sisi human interest dari narasumber utama yaitu sosok yang dapat menginspirasi masyarakat. Kisah hidup seorang seniman pensiun ini akan menggunakan struktur kronologis atau berdasarkan runtutan waktu kejadian dari awal hingga sekarang. Menggunakan gaya expository akan menggunakan narasumber untuk menyampaikan informasi dan pesan dari film ini. Kelebihan dari penciptaan karya ini yaitu terletak pada subjeknya. Belajar dari kisah hidup seorang seniman yang telah berusia tua untuk menjadi inspirasi bagi masyarakat. Kata Kunci : film dokumenter, genre potret, Mbah Sugiyo, panti jompo, expository |
---|