Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana

Penelitian dengan judul Falsafah hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana Kritis ini bertujuan untuk mengetahui representasi falsafah hidup orang batak melalui tokoh Ronggur dan Tebe dalam dialog, adegan, properti dan setting yang terdapat dalam filmnya. Penenelitisn ini m...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: TARIHORAN, Merriel Jessica
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: Prodi Film dan Televisi Jur. Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40205
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-40205
record_format oai_dc
spelling isilib-402052019-05-31T09:46:15Z Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana TARIHORAN, Merriel Jessica Film film Toba Dreams analisis wacana representasi falsafah hidup Prodi Film dan Televisi Jur. Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40205 TV/Tar/f/2019 Penelitian dengan judul Falsafah hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana Kritis ini bertujuan untuk mengetahui representasi falsafah hidup orang batak melalui tokoh Ronggur dan Tebe dalam dialog, adegan, properti dan setting yang terdapat dalam filmnya. Penenelitisn ini meminjam teori dari Djapiter Tinambunan tentang 7 Falsafah Hidup masyarakat batak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pemilihan unit penelitian adalah per-scene dengan menggunakan metode pengambilan sample yaitu teknik purposive sampling. Populasi sebanyak 138 scene kemudian diambil sampel sebanyak 33 scene, yaitu scene-scene tersebut hanya merepresentasikan sebuah falsafah hidup obat batak. Analisis data dilakukan dengan cara pemaparan data secara kualitatif bertemakan falsafah hidup yang ditinjau melalui dialog, action/pergerakan pemain, properti dan setting lalu dianalisis dengan teori falsafah hidup yang direpresentasikan dalam scene tersebut. Dalam hasil penelitian, menunjukan bahwa tokoh Ronggur dan Tebe pada film ToBa Dreams merupakan tokoh yang merepresentasikan sebuah wujud dari falsafah hidup yang digunakan masyarakat batak meskipun Tebe terlihat lebih mewakili, karena latar belakang Tebe yang merupakan suku Batak asli dalam film ini. Falsafah hidup itu meliputi Mardebata (mempunyai kepercayaan kepada Tuhan YME), Mapinompar (memiliki keturunan), Martutur (memiliki kekerabatan hierarki dalam kekeluargaan), Maradat (memiliki adat), Marpangkirimon (memiliki pengharapan dan cita-cita), Marpatik (memiliki aturan yang mengikat masyarakat batak agar tidak berbuat anarkis lengkap dengan sanksinya), Maruhum (memiliki hukum yang ditetapkan oleh raja). Yogyakarta xiv, 133 hal.: ilus; lamp.; jurnal cetak; 30 cm TV/Tar/f/2019 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Film
film Toba Dreams
analisis wacana
representasi falsafah hidup
TV/Tar/f/2019
spellingShingle Film
film Toba Dreams
analisis wacana
representasi falsafah hidup
TV/Tar/f/2019
TARIHORAN, Merriel Jessica
Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana
description Penelitian dengan judul Falsafah hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana Kritis ini bertujuan untuk mengetahui representasi falsafah hidup orang batak melalui tokoh Ronggur dan Tebe dalam dialog, adegan, properti dan setting yang terdapat dalam filmnya. Penenelitisn ini meminjam teori dari Djapiter Tinambunan tentang 7 Falsafah Hidup masyarakat batak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pemilihan unit penelitian adalah per-scene dengan menggunakan metode pengambilan sample yaitu teknik purposive sampling. Populasi sebanyak 138 scene kemudian diambil sampel sebanyak 33 scene, yaitu scene-scene tersebut hanya merepresentasikan sebuah falsafah hidup obat batak. Analisis data dilakukan dengan cara pemaparan data secara kualitatif bertemakan falsafah hidup yang ditinjau melalui dialog, action/pergerakan pemain, properti dan setting lalu dianalisis dengan teori falsafah hidup yang direpresentasikan dalam scene tersebut. Dalam hasil penelitian, menunjukan bahwa tokoh Ronggur dan Tebe pada film ToBa Dreams merupakan tokoh yang merepresentasikan sebuah wujud dari falsafah hidup yang digunakan masyarakat batak meskipun Tebe terlihat lebih mewakili, karena latar belakang Tebe yang merupakan suku Batak asli dalam film ini. Falsafah hidup itu meliputi Mardebata (mempunyai kepercayaan kepada Tuhan YME), Mapinompar (memiliki keturunan), Martutur (memiliki kekerabatan hierarki dalam kekeluargaan), Maradat (memiliki adat), Marpangkirimon (memiliki pengharapan dan cita-cita), Marpatik (memiliki aturan yang mengikat masyarakat batak agar tidak berbuat anarkis lengkap dengan sanksinya), Maruhum (memiliki hukum yang ditetapkan oleh raja).
format Tugas Akhir
author TARIHORAN, Merriel Jessica
author_facet TARIHORAN, Merriel Jessica
author_sort TARIHORAN, Merriel Jessica
title Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana
title_short Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana
title_full Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana
title_fullStr Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana
title_full_unstemmed Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana
title_sort falsafah hidup batak pada film toba dreams dengan pendekatan analisis wacana
publisher Prodi Film dan Televisi Jur. Film dan Televisi FSMR ISI Yogyakarta
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40205
_version_ 1741201235444236288