Penyutradaraan Film “Chiaroscuro” Dengan Ekspresi dan Bahasa Tubuh Sebagai Pembangun Dramatik
Pembuatan karya film “Chiaroscuro” bertujuan untuk memperlihatkan keadaan broken home pada keluarga yang berdampak bagi anak-anak. Situasi tersebut sering terjadi di lingkungan masyarakat. Adanya film “Chiaroscuro” menjadi salah satu alternatif tontonan untuk mengingatkan kembali para keluarga tenta...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
FSMR ISI Yk.
2016
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40467 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Pembuatan karya film “Chiaroscuro” bertujuan untuk memperlihatkan keadaan broken home pada keluarga yang berdampak bagi anak-anak. Situasi tersebut sering terjadi di lingkungan masyarakat. Adanya film “Chiaroscuro” menjadi salah satu alternatif tontonan untuk mengingatkan kembali para keluarga tentang dampak yang terjadi ketika orang tua bertengkar dan berujung perceraian. Karya film ini menampilkan penggarapan dengan menekankan ekspresi dan bahasa tubuh sebagai pembangun dramatik. Objek yang diangkat dalam pembuatan film ini adalah keluarga broken home. Pemilihan objek tersebut berdasarkan pengalaman pribadi dan lingkungan sekitar. Keluarga broken home sering diartikan keluarga yang keadaan orang tuanya telah bercerai. Namun, broken home sebenarnya adalah situasi yang menggambarkan ketidak-harmonisan dalam lingkup kecil keluarga walaupun tanpa perceraian. Konsep estitka film ini mengacu bahasa non-verbal melalui ekspresi dan bahasa tubuh. Cerita yang digambarkan dalam medium film ini mengggunakan ekspresi dan bahasa tubuh sebagai pembangun dramatiknya. Ekspresi dan bahasa tubuh lebih dipercaya oleh lawan bicara, dalam hal ini adalah penonton. |
---|