Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository

Karya tugas akhir penyutradaraan film dokumenter “Linggih Aksara” membahas tentang fenomena ilmu Liak di Bali yang memiliki stigma negatif. Berbagai isu yang beredar di masyarakat menjadikan ilmu liak memiliki definisi yang simpang siur dan banyak sudut pandang yang berbeda. Masyarakat menganggap il...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: ANJANI, Ni Luh Putu Indra Dewi
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSMR ISI Yogyakarta 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40579
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-40579
record_format oai_dc
spelling isilib-405792019-08-21T14:30:14Z Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository ANJANI, Ni Luh Putu Indra Dewi Penyutradaraan FSMR ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40579 TV/Anj/k/2019 Karya tugas akhir penyutradaraan film dokumenter “Linggih Aksara” membahas tentang fenomena ilmu Liak di Bali yang memiliki stigma negatif. Berbagai isu yang beredar di masyarakat menjadikan ilmu liak memiliki definisi yang simpang siur dan banyak sudut pandang yang berbeda. Masyarakat menganggap ilmu liak sebagai ilmu hitam untuk mencelakai orang lain, dapat berubah wujud menjadi sosok menyeramkan, mencari tumbal untuk kenaikan tingkat, dan hal lain yang sifatnya memojokkan. Hal tersebut tentu kurang tepat mengingat ilmu liak merupakan ilmu warisan nenek moyang Bali yang seharusnya dapat dilestarikan. Melihat kenyataan tersebut, ilmu liak perlu di klarifikasi agar masyarakat tidak selalu memojokkan ilmu liak dalam segala kondisi tanpa bukti yang jelas. Proses klarifikasi stigma negatif dilakukan melalui menampilkan beberapa narasumber dengan sudut pandang yang berbeda. Hal tersebut menjadikan dipilihnya dokumenter expository sebagai kemasan dari film ini dengan menampilkan dari sudut pandang sejarah, lontar, ilmu modern, hingga agama secara tematis. Selain itu, gaya expository juga dapat merangkai sebuah fakta dengan runut, melalui subjektifitas sutradara, sehingga penonton menjadi percaya. Karena kekuatan dari gaya expository adalah pada susunan narasi yang mampu mempersuasi. Film ini diharap mampu membuka pikiran penonton tentang ilmu liak sehingga pandangan yang buruk tentang ilmu liak dapat perlahan-lahan berubah dan ilmu liak dapat di eksplorasi dan implementasikan dalam kehidupan sehari hari. Kata kunci : Film dokumenter, klarifikasi, ilmu liak, expository UPT Perpustakaan Yogyakarta xiii+ 118 hal.; ilus.; bib.; lamp.; 30 cm NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Penyutradaraan
NONE
spellingShingle Penyutradaraan
NONE
ANJANI, Ni Luh Putu Indra Dewi
Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository
description Karya tugas akhir penyutradaraan film dokumenter “Linggih Aksara” membahas tentang fenomena ilmu Liak di Bali yang memiliki stigma negatif. Berbagai isu yang beredar di masyarakat menjadikan ilmu liak memiliki definisi yang simpang siur dan banyak sudut pandang yang berbeda. Masyarakat menganggap ilmu liak sebagai ilmu hitam untuk mencelakai orang lain, dapat berubah wujud menjadi sosok menyeramkan, mencari tumbal untuk kenaikan tingkat, dan hal lain yang sifatnya memojokkan. Hal tersebut tentu kurang tepat mengingat ilmu liak merupakan ilmu warisan nenek moyang Bali yang seharusnya dapat dilestarikan. Melihat kenyataan tersebut, ilmu liak perlu di klarifikasi agar masyarakat tidak selalu memojokkan ilmu liak dalam segala kondisi tanpa bukti yang jelas. Proses klarifikasi stigma negatif dilakukan melalui menampilkan beberapa narasumber dengan sudut pandang yang berbeda. Hal tersebut menjadikan dipilihnya dokumenter expository sebagai kemasan dari film ini dengan menampilkan dari sudut pandang sejarah, lontar, ilmu modern, hingga agama secara tematis. Selain itu, gaya expository juga dapat merangkai sebuah fakta dengan runut, melalui subjektifitas sutradara, sehingga penonton menjadi percaya. Karena kekuatan dari gaya expository adalah pada susunan narasi yang mampu mempersuasi. Film ini diharap mampu membuka pikiran penonton tentang ilmu liak sehingga pandangan yang buruk tentang ilmu liak dapat perlahan-lahan berubah dan ilmu liak dapat di eksplorasi dan implementasikan dalam kehidupan sehari hari. Kata kunci : Film dokumenter, klarifikasi, ilmu liak, expository UPT Perpustakaan
format Tugas Akhir
author ANJANI, Ni Luh Putu Indra Dewi
author_facet ANJANI, Ni Luh Putu Indra Dewi
author_sort ANJANI, Ni Luh Putu Indra Dewi
title Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository
title_short Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository
title_full Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository
title_fullStr Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository
title_full_unstemmed Klarifikasi Ilmu Liak Melalui Penyutradaraan Dokumenter “Linggih Aksara” dengan Gaya Expository
title_sort klarifikasi ilmu liak melalui penyutradaraan dokumenter “linggih aksara” dengan gaya expository
publisher FSMR ISI Yogyakarta
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40579
_version_ 1741201306785153024