Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila"
Mood dalam film menjadi salah satu unsur penting untuk menunjukkansituasi emosional tokoh. Membentuk mood dalam film bisa ditunjukkan padawarna pada tiap frame cerita. Warna juga menjadi unsur dasar film makeruntuk menuturkan narasinya. Unsur warna pada film juga bisa dibangun dariediting, pencahaya...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Tugas Akhir |
Language: | Indonesian |
Published: |
Prodi Film dan Televisi Jurusan Televisi FSMR ISI Yogyakarta
2019
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40630 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
isilib-40630 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-406302019-10-01T10:14:13Z Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" AYU, Tiara Sekar Implementasi Warna, Artistik, Mood Prodi Film dan Televisi Jurusan Televisi FSMR ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40630 TV/Ayu/m/2019 Mood dalam film menjadi salah satu unsur penting untuk menunjukkansituasi emosional tokoh. Membentuk mood dalam film bisa ditunjukkan padawarna pada tiap frame cerita. Warna juga menjadi unsur dasar film makeruntuk menuturkan narasinya. Unsur warna pada film juga bisa dibangun dariediting, pencahayaan, hingga penataan artistik.Membangun mood cerita Film Fiksi Pendek “Lila”, melaluiimplementasi warna pada tata artistik ditunjukkan melalui warna setting,properti, wardrobe, hingga make up yang mengacu pada tangga dramatik dantiga dimensi tokoh. Warna yang ditonjolkan akan membangun suasana ceritaatau adegan yang akan dibangun. Prosesnya ditentukan dengan menganalisisskenario dan tokoh pada film fiksi pendek “Lila”. Film ini menceritakantentang hubungan suami istri yang tidak bisa mempunyai keturunan.Pembangunan warna ini bisa menunjukkan emosi masing-masing tokoh danmembentuk suasana cerita, karena pada dasarnya warna bisamenyeimbangkan emosi dan menciptakan keselarasan dalam kehidupansehari-hari.Konsep warna yang diterapkan adalah warna keselarasan analogusdengan penggunaan warna dominasi coklat dan hijau secara repetitif danpenerapan warna komplementer sebagai penanda turning point. Penggunaanwarna pada elemen-elemen artistik diterapkan guna membangunmood/suasana emosional tokoh dalam cerita melalui rujukan psikologi warna. Yogyakarta xiv + 138 hal.; ilus.: 30 cm TV/Ayu/m/2019 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
Implementasi Warna, Artistik, Mood TV/Ayu/m/2019 |
spellingShingle |
Implementasi Warna, Artistik, Mood TV/Ayu/m/2019 AYU, Tiara Sekar Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" |
description |
Mood dalam film menjadi salah satu unsur penting untuk menunjukkansituasi emosional tokoh. Membentuk mood dalam film bisa ditunjukkan padawarna pada tiap frame cerita. Warna juga menjadi unsur dasar film makeruntuk menuturkan narasinya. Unsur warna pada film juga bisa dibangun dariediting, pencahayaan, hingga penataan artistik.Membangun mood cerita Film Fiksi Pendek “Lila”, melaluiimplementasi warna pada tata artistik ditunjukkan melalui warna setting,properti, wardrobe, hingga make up yang mengacu pada tangga dramatik dantiga dimensi tokoh. Warna yang ditonjolkan akan membangun suasana ceritaatau adegan yang akan dibangun. Prosesnya ditentukan dengan menganalisisskenario dan tokoh pada film fiksi pendek “Lila”. Film ini menceritakantentang hubungan suami istri yang tidak bisa mempunyai keturunan.Pembangunan warna ini bisa menunjukkan emosi masing-masing tokoh danmembentuk suasana cerita, karena pada dasarnya warna bisamenyeimbangkan emosi dan menciptakan keselarasan dalam kehidupansehari-hari.Konsep warna yang diterapkan adalah warna keselarasan analogusdengan penggunaan warna dominasi coklat dan hijau secara repetitif danpenerapan warna komplementer sebagai penanda turning point. Penggunaanwarna pada elemen-elemen artistik diterapkan guna membangunmood/suasana emosional tokoh dalam cerita melalui rujukan psikologi warna. |
format |
Tugas Akhir |
author |
AYU, Tiara Sekar |
author_facet |
AYU, Tiara Sekar |
author_sort |
AYU, Tiara Sekar |
title |
Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" |
title_short |
Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" |
title_full |
Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" |
title_fullStr |
Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" |
title_full_unstemmed |
Membangun Mood Cerita melalui Implementasi Warna pada Tata Artistik dalam Film Fiksi "Lila" |
title_sort |
membangun mood cerita melalui implementasi warna pada tata artistik dalam film fiksi "lila" |
publisher |
Prodi Film dan Televisi Jurusan Televisi FSMR ISI Yogyakarta |
publishDate |
2019 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40630 |
_version_ |
1741201316310417408 |