Musik Dewa-Dewa Dalam Upacara Erau Pelas Benua Di Guntung Kota Bontang Kalimantan Timur

Erau Pelas Benua Guntung adalah sebuah upacara ritual yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh masyarakat Kutai Guntung Bontang Kalimantan Timur. Erau berlangsung selama tujuh hari. Dalam upacara ini ritual Erau tidak bisa dilaksanakan apabila belum diadakannya ritual Pelas Benua. Pelas Benua adalah se...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: CAHYONO, Yusuf Rizky Nur
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yogyakarta 2018
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40671
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Erau Pelas Benua Guntung adalah sebuah upacara ritual yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh masyarakat Kutai Guntung Bontang Kalimantan Timur. Erau berlangsung selama tujuh hari. Dalam upacara ini ritual Erau tidak bisa dilaksanakan apabila belum diadakannya ritual Pelas Benua. Pelas Benua adalah sebuah ritual mengelilingi empat penjuru mata angin di daerah Guntung sebagai wujud untuk membersihkan dari hal-hal negatif. Ritual ini menggunakan musik dewa-dewa sebagai pengiring belian berkomunikasi dengan dewa semega yaitu dewa yang menguasai alam semesta. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan prespektif Etnomusikologi. Musik dewa-dewa adalah musik ritual yang khusus digunakan dalam prosesi Pelas Benua. Musik dewa-dewa adalah sebuah ansambel yang terdiri dari intrumen Klentangan, Gong, Gendang dan Gimar. Fungsi musik dewa-dewa dalam upacara ini ada tiga yaitu adalah sebagai sarana komunikasi, sebagai fungsi ritual, dan sebagai respon fisik. Bentuk penyajian musik dewa-dewa selalu tidak terlapas dari konteks upacara Pelas Benua dan disajikan secara Ansambel.