Teori-Teori Sosial dalam Tiga Paradigma: Fakta Sosial, Definisi Sosial dan Perilaku Sosial
Dalam perkembangan khazanah pengetahuan manusia dewasa ini, berbagai hal yang dijadikan sumber acuan atau sudut pandang bagi pemecahan suatu persoalan kerap juga disebut “paradigma”, seperti yang lazim kita dengar, “paradigma pembangunan” atau “paradigma be lajar” dan sebagainya. Sebutan dan penggun...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Kencana prenada media group
2014
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=40819 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Dalam perkembangan khazanah pengetahuan manusia dewasa ini, berbagai hal yang dijadikan sumber acuan atau sudut pandang bagi pemecahan suatu persoalan kerap juga disebut “paradigma”, seperti yang lazim kita dengar, “paradigma pembangunan” atau “paradigma be lajar” dan sebagainya. Sebutan dan penggunaan kata “paradigma” semacam ini dapat menimbulkan berbagai macam interpretasi, karen a konteksnya sangat situasional. Tetapi apa yang dimaksud dengan paradigma dalam konteks ilmu sosial khususnya sosiologi, sebaiknya kita meng acu pada konsep dan pemikiran Thomas S. Khun di dalam bukunya yang terkenal, berjudul The Structure of Scientific Revolutions (1962). Menurut Thomas Khun (Veeger,1993: 22), paradigma adalah pan dangan yang mendasar tentang apa yang menjadi pokok persoal an dalam ilmu pengetahuan (sosial) tertentu. Dengan ungkapan lain dapat dikatakan, bahwa sebuah paradigma adalah jendela keilmuan yang dapat digunakan untuk “melihat” dunia sosial. |
---|