Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi peran Suling Dewa dalam ritus sub etnis Islam Wetu Telu sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo Bayan Beleq Lombok Utara. Kelompok- kelompok yang hidup di Wet Bayan memiliki perbedaan latar belakang, seperti masyarakat Karang Bajo yang secar...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: KHOLIS, Muhammad Arsyad Nur
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41134
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-41134
record_format oai_dc
spelling isilib-411342020-01-16T15:54:50Z Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara KHOLIS, Muhammad Arsyad Nur Spiritual Predicate Symbolic Identity Karang Bajo Community Suling Dewa PPS ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41134 TES/MS.PKJ/Kho/p/2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi peran Suling Dewa dalam ritus sub etnis Islam Wetu Telu sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo Bayan Beleq Lombok Utara. Kelompok- kelompok yang hidup di Wet Bayan memiliki perbedaan latar belakang, seperti masyarakat Karang Bajo yang secara konseptual identik dengan dunia ruh (spiritualis). Fenomena ini menjadi menarik ketika di antara empat kelompok masyarakat di Wet Bayan, hanya masyarakat Karang Bajo yang menghadirkan nilai yang berbeda atas eksistensi Suling Dewa. Konsep dan hubungan antar kelompok masyarakat yang berada di Wet Bayan mendorong setiap kelompok masyarakat untuk bergerak memunculkan identitasnya salah satunya melalui simbol-simbol dengan menggunakan media seni musik. Teori ini yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Burke dan Jan E. Stets yang mengatakan bahwa identitas dibentuk melalui simbol-simbol dan makna simbol sebagai sebuah persepsi. Untuk melihat bagaimana refleksi ideologi komunitas masyarakat Karang Bajo terkorelasi dalam identitas, penulis juga mengacu kepada pendapat Thomson tentang ideologi tentang penggunaan bentuk-bentuk simbol dan ketertarikan antara interpretasi, refleksi-diri, dan kritik identitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan etnografi. Penelitian ini mengidentifikasikan bahwa predikat latar belakang sebagai kaum spiritualis pada kelompok masyarakat Karang Bajo menjadi substansi fundamental yang melahirkan identitas simbolik sebuah jembatan supranatural pada Suling Dewa. Yogyakarta xiv, 94 hal.: il., lamp.; 27 cm. NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Spiritual Predicate
Symbolic Identity
Karang Bajo Community
Suling Dewa
NONE
spellingShingle Spiritual Predicate
Symbolic Identity
Karang Bajo Community
Suling Dewa
NONE
KHOLIS, Muhammad Arsyad Nur
Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara
description Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi peran Suling Dewa dalam ritus sub etnis Islam Wetu Telu sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo Bayan Beleq Lombok Utara. Kelompok- kelompok yang hidup di Wet Bayan memiliki perbedaan latar belakang, seperti masyarakat Karang Bajo yang secara konseptual identik dengan dunia ruh (spiritualis). Fenomena ini menjadi menarik ketika di antara empat kelompok masyarakat di Wet Bayan, hanya masyarakat Karang Bajo yang menghadirkan nilai yang berbeda atas eksistensi Suling Dewa. Konsep dan hubungan antar kelompok masyarakat yang berada di Wet Bayan mendorong setiap kelompok masyarakat untuk bergerak memunculkan identitasnya salah satunya melalui simbol-simbol dengan menggunakan media seni musik. Teori ini yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Burke dan Jan E. Stets yang mengatakan bahwa identitas dibentuk melalui simbol-simbol dan makna simbol sebagai sebuah persepsi. Untuk melihat bagaimana refleksi ideologi komunitas masyarakat Karang Bajo terkorelasi dalam identitas, penulis juga mengacu kepada pendapat Thomson tentang ideologi tentang penggunaan bentuk-bentuk simbol dan ketertarikan antara interpretasi, refleksi-diri, dan kritik identitas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan etnografi. Penelitian ini mengidentifikasikan bahwa predikat latar belakang sebagai kaum spiritualis pada kelompok masyarakat Karang Bajo menjadi substansi fundamental yang melahirkan identitas simbolik sebuah jembatan supranatural pada Suling Dewa.
format Tugas Akhir
author KHOLIS, Muhammad Arsyad Nur
author_facet KHOLIS, Muhammad Arsyad Nur
author_sort KHOLIS, Muhammad Arsyad Nur
title Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara
title_short Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara
title_full Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara
title_fullStr Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara
title_full_unstemmed Peran Suling Dewa Dalam Ritus Islam Wetu Telu Sebagai Identitas Simbolik Masyarakat Karang Bajo di Bayan Beloq Lombok Utara
title_sort peran suling dewa dalam ritus islam wetu telu sebagai identitas simbolik masyarakat karang bajo di bayan beloq lombok utara
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41134
_version_ 1741201408298844160