Jejak Budaya Dayak Meratus Dalam Prospektif Etnoreligi
Pada ansa kolonial kata Dayak dan Melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah muslim. Penduduk yang muslim dan tinggal di sekitar muara disebut Orang Melayu. Sedangkan yang tinggal di bagian hulu...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Buku Teks |
Language: | Indonesian |
Published: |
Penerbit Ombak
2017
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41376 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Summary: | Pada ansa kolonial kata Dayak dan Melayu digunakan oleh para peneliti pada masa itu untuk membedakan antara penduduk Kalimantan yang masih menganut kepercayaan leluhur dan yang telah muslim. Penduduk yang muslim dan tinggal di sekitar muara disebut Orang Melayu. Sedangkan yang tinggal di bagian hulu dan menganut kepercayaan leluhur disebut Dayak. Buku ini mengungkap bukti-arkeologis dan etnografi yang kemudian dianalisis dengan pendekatan etnoarkeologi dan sejarah. Data primer dalam buku ini diperoleh dari penelitian tahun 2011 di Kabupaten Balangan, tahun 2012 di Kotabaru, dan tahun 2013 di Peramasan Kabupaten Banjar. Penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan metode survei (observasi) dan wawancara. Sebagian besar data primer bertumpu pada data etnografi, terutama yang berkaitan dengan konsep dan peralatan religi. |
---|