Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat

Pertunjukan ritual Seren Taun adalah penataan kembali upacara nutu melalui proses pergantian tiga kepemimpinan. Tiga kepemimpinan itu meliputi Kiai Madrais; P. Tedjabuana, dan P. Djati Kusumah sampai sekarang. Pertunjukan ritual Seren Taun menyajikan sistem upacara yang di dalamnya terdapat aspek ga...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: SUBIANTORO, ignasius Herry
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2018
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41665
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-41665
record_format oai_dc
spelling isilib-416652020-03-17T10:11:35Z Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat SUBIANTORO, ignasius Herry seren taun pertunjukan ritual Kuningan Jawa Barat Cigugur PPS ISI Yogyakarta 2018 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41665 DIS/ST/Sub/p/2018 Pertunjukan ritual Seren Taun adalah penataan kembali upacara nutu melalui proses pergantian tiga kepemimpinan. Tiga kepemimpinan itu meliputi Kiai Madrais; P. Tedjabuana, dan P. Djati Kusumah sampai sekarang. Pertunjukan ritual Seren Taun menyajikan sistem upacara yang di dalamnya terdapat aspek gagasan, aspek kebahasaan, aspek prilaku, dan aspek peralatan. Aspek-aspek ini saling berkaitan satu-sama lain, dimaknai sebagai komunikasi ritual (suci) yang meliputi tindakan sakral, mantra sakral, dan pergelaran sakral. Dalam pemahaman sebuah pertunjukan, berbagai simbolisasi Seren Taun merupakan kinerja P. Djati Kusumah pemangku adat dalam membingkai struktur proses ritual. P. Djati Kusumah menyajikan ritus peralihan, diungkapkan sebagai drama estetik tiga tahapan kehidupan. Sebagai pertunjukan ritual, Seren Taun memiliki signifikansi untuk menunjukkan nilai-nilai penghayatan pada para pengikutnya, dan mendorong, serta memotivasi masyarakat berbeda agama, suku, adat, dan kepercayaan dalam memaknai arti bersyukur. Pada sisi yang lain pertunjukan diartikan pula sebagai menampilkan kesenian atau pertunjukan seni sebagai sajian yang dapat memberikan pengalaman keindahan, tontonan atau hiburan bagi seluruh partisipan. Tiga tahapan kehidupan divisualisasikan melalui Tari Pwahaci sebagai tahap kelahiran dan citra keillahian manuisia; Ngararemokeun Pare sebagai tahapan kedewasaan/perkawinan; dan Prosesi Puncak (Ngajayak, Babarit, dan Tumbuk Padi sebagai tahapan kesempurnaan. Dewi Pwahaci sebagai simbol ekspresi dominan memiliki sifat multivokal, dan berdimensi posisional, eksegesis, operasional, sesuai dengan visi dan misi pemangku hajatnya. Yogyakarta xv, 263 hal.; ilus, 30 cm DIS/ST http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic seren taun
pertunjukan ritual
Kuningan Jawa Barat
Cigugur
DIS/ST
spellingShingle seren taun
pertunjukan ritual
Kuningan Jawa Barat
Cigugur
DIS/ST
SUBIANTORO, ignasius Herry
Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat
description Pertunjukan ritual Seren Taun adalah penataan kembali upacara nutu melalui proses pergantian tiga kepemimpinan. Tiga kepemimpinan itu meliputi Kiai Madrais; P. Tedjabuana, dan P. Djati Kusumah sampai sekarang. Pertunjukan ritual Seren Taun menyajikan sistem upacara yang di dalamnya terdapat aspek gagasan, aspek kebahasaan, aspek prilaku, dan aspek peralatan. Aspek-aspek ini saling berkaitan satu-sama lain, dimaknai sebagai komunikasi ritual (suci) yang meliputi tindakan sakral, mantra sakral, dan pergelaran sakral. Dalam pemahaman sebuah pertunjukan, berbagai simbolisasi Seren Taun merupakan kinerja P. Djati Kusumah pemangku adat dalam membingkai struktur proses ritual. P. Djati Kusumah menyajikan ritus peralihan, diungkapkan sebagai drama estetik tiga tahapan kehidupan. Sebagai pertunjukan ritual, Seren Taun memiliki signifikansi untuk menunjukkan nilai-nilai penghayatan pada para pengikutnya, dan mendorong, serta memotivasi masyarakat berbeda agama, suku, adat, dan kepercayaan dalam memaknai arti bersyukur. Pada sisi yang lain pertunjukan diartikan pula sebagai menampilkan kesenian atau pertunjukan seni sebagai sajian yang dapat memberikan pengalaman keindahan, tontonan atau hiburan bagi seluruh partisipan. Tiga tahapan kehidupan divisualisasikan melalui Tari Pwahaci sebagai tahap kelahiran dan citra keillahian manuisia; Ngararemokeun Pare sebagai tahapan kedewasaan/perkawinan; dan Prosesi Puncak (Ngajayak, Babarit, dan Tumbuk Padi sebagai tahapan kesempurnaan. Dewi Pwahaci sebagai simbol ekspresi dominan memiliki sifat multivokal, dan berdimensi posisional, eksegesis, operasional, sesuai dengan visi dan misi pemangku hajatnya.
format Tugas Akhir
author SUBIANTORO, ignasius Herry
author_facet SUBIANTORO, ignasius Herry
author_sort SUBIANTORO, ignasius Herry
title Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat
title_short Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat
title_full Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat
title_fullStr Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat
title_full_unstemmed Pertunjukan Ritual Seren Taun Di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat
title_sort pertunjukan ritual seren taun di cigugur kabupaten kuningan jawa barat
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2018
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41665
_version_ 1741201508017373184