Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman

Penelitian ini menggunakan teori ikonografi dari Erwin Panofsky untuk membedah topik yang diangkat. Tahapan yang digunakan dalam teori ikonografi adalah deskripsi pra-ikonografi, analisis ikonografi dan interpretasi ikonologi. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Data p...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: AJI, Abimanyu Yogadita Restu
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: PPS ISI Yogyakarta 2018
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41675
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-41675
record_format oai_dc
spelling isilib-416752020-03-17T12:00:17Z Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman AJI, Abimanyu Yogadita Restu gaya pakualaman Bima bentuk dan makna PPS ISI Yogyakarta 2018 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41675 TES/KK/Aji/b/2018 Penelitian ini menggunakan teori ikonografi dari Erwin Panofsky untuk membedah topik yang diangkat. Tahapan yang digunakan dalam teori ikonografi adalah deskripsi pra-ikonografi, analisis ikonografi dan interpretasi ikonologi. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian didapatkan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan wawancara dengan narasumber yang dianggap menguasai topic bahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tataran pemaknaan, terdapat makna umum dan makna khusus terkait dengan Bima gaya Pakualaman. Secara umum, makna dari atribut yang melekat pada Bima memiliki persamaan dengan makna yang berasal dari luar wilayah Pakualaman. Secara khusus, makna Bima tergambar dalam naskah Sestradisuhul yang menggambarkan tentang keteguhan hati tokoh Bima dan nasehat lain yang terkandung di dalam teks itu. Sebagai ciri khas dari gaya Pakualaman, penambahan atribut keris pada figur wayang kulit Kyai Jimat ditujukan untuk memanusiakan wayang tersebut, sebab tujuan dari penciptaan wayang Kyai Jimat gaya Pakualaman adalah sebagai nasehat dan peringatan kepada keluarga Pakualaman, bukan sebagai alat yang digunakan untuk pertunjukan. Kontribusi yang didapat berupa informasi mengenai morfologi dan makna yang terkandung dalam tokoh Bima gaya Pakualaman, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan referensi tambahan, khususnya mengenai wayang kulit gaya Pakualaman. Yogyakarta xi, 112 hal.: il.; 30 cm TES/KK http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic gaya pakualaman
Bima
bentuk dan makna
TES/KK
spellingShingle gaya pakualaman
Bima
bentuk dan makna
TES/KK
AJI, Abimanyu Yogadita Restu
Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman
description Penelitian ini menggunakan teori ikonografi dari Erwin Panofsky untuk membedah topik yang diangkat. Tahapan yang digunakan dalam teori ikonografi adalah deskripsi pra-ikonografi, analisis ikonografi dan interpretasi ikonologi. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian didapatkan dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan wawancara dengan narasumber yang dianggap menguasai topic bahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tataran pemaknaan, terdapat makna umum dan makna khusus terkait dengan Bima gaya Pakualaman. Secara umum, makna dari atribut yang melekat pada Bima memiliki persamaan dengan makna yang berasal dari luar wilayah Pakualaman. Secara khusus, makna Bima tergambar dalam naskah Sestradisuhul yang menggambarkan tentang keteguhan hati tokoh Bima dan nasehat lain yang terkandung di dalam teks itu. Sebagai ciri khas dari gaya Pakualaman, penambahan atribut keris pada figur wayang kulit Kyai Jimat ditujukan untuk memanusiakan wayang tersebut, sebab tujuan dari penciptaan wayang Kyai Jimat gaya Pakualaman adalah sebagai nasehat dan peringatan kepada keluarga Pakualaman, bukan sebagai alat yang digunakan untuk pertunjukan. Kontribusi yang didapat berupa informasi mengenai morfologi dan makna yang terkandung dalam tokoh Bima gaya Pakualaman, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan referensi tambahan, khususnya mengenai wayang kulit gaya Pakualaman.
format Tugas Akhir
author AJI, Abimanyu Yogadita Restu
author_facet AJI, Abimanyu Yogadita Restu
author_sort AJI, Abimanyu Yogadita Restu
title Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman
title_short Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman
title_full Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman
title_fullStr Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman
title_full_unstemmed Bentuk dan makna tokoh Bima dalam wayang kulit Gaya Pakualaman
title_sort bentuk dan makna tokoh bima dalam wayang kulit gaya pakualaman
publisher PPS ISI Yogyakarta
publishDate 2018
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41675
_version_ 1741201509866012672