Taya

Taya merupakan judul dari koreografi kelompok yang terinspirasi dari salah ragam tari klasik Gaya Yogyakarta. Judul tersebut mempunyai arti sebagai tari dan taya tidak berbeda dengan Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri, maka pada tingkat yang lain kata yang berarti menari juga berarti manunggal atau men...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: INDRIASARI, Fitriana
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yk. 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41764
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Taya merupakan judul dari koreografi kelompok yang terinspirasi dari salah ragam tari klasik Gaya Yogyakarta. Judul tersebut mempunyai arti sebagai tari dan taya tidak berbeda dengan Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri, maka pada tingkat yang lain kata yang berarti menari juga berarti manunggal atau menyatu dengan taya. Kata lain dari taya juga bermakna sebagai realisasi dari konsep tentang manunggaling kawula Gusti. Tema yang diambil adalah Anjoged, Anjoged merupakan istilah dalam penjiwaan tari Klasik Gaya Yogyakarta, yang artinya menari dengan penuh keyakinan disertai gerak-gerak mantab, beirisi dan memiliki estetika tersendiri Karya ini bersumber dari tari klasik Gaya Yogyakarta ini, lebih spesifik pada ragam ngenceng encot. Melalui proses tahapan penciptaan yakni eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Karya ini ditarikan oleh empat penari, yang mengadopsi dari pola srimpen. Karya ini lebih mengacu pada penggambaran dari ragam ngenceng encot tersebut, terdapat 3 pola dasar gerak yakni, oyogan, ndudut, encot. Jumlah empat penari dimaksudkan untuk penggambaran dari empat hawa nafsu yang ada pada diri manusia. Iringan pada karya ini, menggunakan music live, Rias busananya menggunakan rias putri korektif, dan busananya mengenakan baju model kebaya janggan, dan celana panjang. Kombinasi bahannya menggunakan broklat, yang dikombinasi dengan lurik dan kain katun. Tujuan dari karya ini mencoba mengekspresikan gerak tubuh dengan pijakan awal ragam gerak ngencot dan mengembangkan ke dalam gerak-gerak tari dengan penyimbolan keempat hawa tersebut, terlebih memfokuskan pada pengembangan dalam bentuk ruang dan tenaganya ke dalam bentuk koreografi kelompok.