“Tonotokng” : Komposisi Musik Untuk Representasi Suasana Ritual Adat Notokng Suku Dayak Kanayatn

Komposisi musik “Tonotokng” adalah sebuah representasi dari suasana ritual adat Notokng masyarakat suku Dayak Kanayatn. Judul “Tonotokng” sendiri diadopsi dari dua istilah yaitu Notokng (sebuah ritual adat) dan Totokng (musik yang mengiringi tarian pada ritual Notokng). Notokng adalah sebuah ritual...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: MURTI, Wandi
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSP ISI Yk. 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41775
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
Description
Summary:Komposisi musik “Tonotokng” adalah sebuah representasi dari suasana ritual adat Notokng masyarakat suku Dayak Kanayatn. Judul “Tonotokng” sendiri diadopsi dari dua istilah yaitu Notokng (sebuah ritual adat) dan Totokng (musik yang mengiringi tarian pada ritual Notokng). Notokng adalah sebuah ritual adat untuk mendoakan kepala tengkorak orang yang sudah meninggal. Ritual ini dilakukan oleh pemenggal kepala dan tujuh keturunannya. Totokng adalah alunan musik tradisi yang terdiri dari Dau (seperti bonang), Agukng (gong), dan Kubeh (bedug). Musik Totokng ini identik dengan hitungan sukat 7/8. Musik Totokng digunakan untuk mengiringi tarian yang menjadi bagian dari upacara adat Notokng. Penggarapan komposisi “Tonotokng” menggunakan beberapa kaidah komposisi musik dan mengaplikasikan penggabungan alat musik tradisi dan alat musik barat. Proses penggabungan dua instrumen ini dengan melakukan survei terhadap bunyi dan mendatanya. Berdasarkan hasil survei, nada-yang dipilih pada instrumen dau yaitu C3, D3, E3, A3, dan C4, sedangkan pada instrumen agunkng menggunakan nada C2, A1, dan F#1. Adanya keterbatasan nada yang terdapat pada instrumen tradisi, maka penulis mengandalkan nada-nada alat musik tradisi pada tonalitas yang memungkinkan yaitu tonalitas A mayor, F# minor, C mayor dan A minor. Representasi suasana ritual adat Notokng didefinisikan dalam usur-unsur musik yang relevan menurut subyektivitas penulis. Unsur musik yang dijabarkan menjadi landasan dan material ide intramusikal komposisi “Tonotokng”. Pendefinian suasana ini mengacu pada pengalaman penulis yang melihat langsung ritual adat Notokng dan mengumpulkan data tentang kajian ritual adat Notokng. Upaya merepresentasikan ritual adat Notokng juga diaplikasikan dengan penggabungan unsur instrumentasi musik barat dan instrumentasi musik tradisi. Penulis melakukan survei pada beberapa instrumen tradisi untuk menyesuaikan pitch dengan tonalitas yang digunakan pada instrumen-instrumen barat.