Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun
Kriya awalnya jamak dikenal oleh masyarakat luas, baik di belahan bumi bagianBarat atau pun Timur sebagai objek yang kecil, murah, dibuat untuk pemenuhansehari-hari dan tanpa perencanaan matang. Seiring dengan perkembangan yangterjadi secara masif di dunia seni rupa termasuk kriya di dalamnya, kondi...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Penelitian |
Language: | Indonesian |
Published: |
Lembaga Penelitian ISI Yk
2018
|
Subjects: | |
Online Access: | http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41793 |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
id |
isilib-41793 |
---|---|
record_format |
oai_dc |
spelling |
isilib-417932020-04-15T10:22:55Z Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun Alvi Lufiani Yogyakarta seni ruang publik Kriya Lembaga Penelitian ISI Yk 2018 id Penelitian http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41793 PEN/KL/Luf/k/2018 Kriya awalnya jamak dikenal oleh masyarakat luas, baik di belahan bumi bagianBarat atau pun Timur sebagai objek yang kecil, murah, dibuat untuk pemenuhansehari-hari dan tanpa perencanaan matang. Seiring dengan perkembangan yangterjadi secara masif di dunia seni rupa termasuk kriya di dalamnya, kondisi ituperlahan berubah. Kriya dipahami sebagai sesuatu yang cair, fleksibel danterbuka. Keterbukaan itu memberikan peluang untuk terus berkembang meresponssituasi, menyerap gejala yang terjadi di lingkungan sekitar sekaligus mewadahiekspresi personal sang kriyawan pembuatnya. Hal-hal tersebut salah satu yangmempengaruhi adanya kebutuhan akan kriya di seni rupa ruang publik kotaYogyakarta.Kajian kriya pada seni ruang publik di Yogyakarta bertujuan untuk mengetahuipengaruh keberadaan kriya di ruang publik kota seni dan budaya tersebut. Selainitu juga untuk membentuk konsep keilmuan kriya di masa kini dan yang akandatang. Hal ini penting mengingat kajian kritis di ranah kriya terkait dengankeberadaannya belum pernah dilakukan sebelumnya. Mengkritisi fenomenakeberadaan tersebut selain akan memberikan pemikiran baru tentang kriya jugaakan menambah dinamika perjalanan dunia seni kriya di Indonesia danYogyakarta padakhususnya.Tahapan penelitian yang dilakukan mulai dari observasi, identifikasi, dokumentasidan investigasi. Observasi dilakukan di berbagai sudut kota Yogyakarta, pusatperbelanjaan, fasilitas umum dan pusat budaya. Batasan temporal dimulai sejaktahun 2000 hingga2017.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan budaya. Metode yang digunakanadalah interdisiplin. Untuk menelaah dimensi kriya atau aspek tesktual pada senirupa ruang publik di Yogyakarta, digunakan teori estetika. Analisis semiotikadiaplikasikan pada pengkajian aspek kontekstual dari karya seni rupa seni publikberdimensi kriya yang dijumpai di lapangan. Metode pengumpulan data yangakan dilakukan di lapangan selain studi literatur adalah wawancara pada sumbersumberdari masyarakat lokal maupun pendatang, tokoh daerah, penyebaran daftarkuesioner, pendokumentasian karya seni rupa ruangpublik.Capaian dari penelitian adalah temuan konsep atau istilah baru yang terjadi dariekses adanya keberadaan kriya di seni ruang publik Yogyakarta. Fenomenakeberadaan tersebut memberikan dimensi baru bagi keilmuan di domain kriya.Penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi pada wacanaperkembangan ilmu seni rupa, khususnya keilmuan kriya. Luaran dari penelitianini adalah publikasi berupa artikel ilmiah di jurnal internasional dan nasionalbereputasi sebagai pengetahuan tentang keberadaan kriya di ruang publik kotaYogyakarta yang dapat memperkaya dan menyegarkan diskursus perkembangankriya diIndonesia. Yogyakarta vi+52 hlam.: ilus.; lamp.; 30 cm. PEN/KL/Luf/k/2018 http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png |
institution |
Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
collection |
Perpustakaan Yogyakarta |
language |
Indonesian |
topic |
Yogyakarta seni ruang publik Kriya PEN/KL/Luf/k/2018 |
spellingShingle |
Yogyakarta seni ruang publik Kriya PEN/KL/Luf/k/2018 Alvi Lufiani Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
description |
Kriya awalnya jamak dikenal oleh masyarakat luas, baik di belahan bumi bagianBarat atau pun Timur sebagai objek yang kecil, murah, dibuat untuk pemenuhansehari-hari dan tanpa perencanaan matang. Seiring dengan perkembangan yangterjadi secara masif di dunia seni rupa termasuk kriya di dalamnya, kondisi ituperlahan berubah. Kriya dipahami sebagai sesuatu yang cair, fleksibel danterbuka. Keterbukaan itu memberikan peluang untuk terus berkembang meresponssituasi, menyerap gejala yang terjadi di lingkungan sekitar sekaligus mewadahiekspresi personal sang kriyawan pembuatnya. Hal-hal tersebut salah satu yangmempengaruhi adanya kebutuhan akan kriya di seni rupa ruang publik kotaYogyakarta.Kajian kriya pada seni ruang publik di Yogyakarta bertujuan untuk mengetahuipengaruh keberadaan kriya di ruang publik kota seni dan budaya tersebut. Selainitu juga untuk membentuk konsep keilmuan kriya di masa kini dan yang akandatang. Hal ini penting mengingat kajian kritis di ranah kriya terkait dengankeberadaannya belum pernah dilakukan sebelumnya. Mengkritisi fenomenakeberadaan tersebut selain akan memberikan pemikiran baru tentang kriya jugaakan menambah dinamika perjalanan dunia seni kriya di Indonesia danYogyakarta padakhususnya.Tahapan penelitian yang dilakukan mulai dari observasi, identifikasi, dokumentasidan investigasi. Observasi dilakukan di berbagai sudut kota Yogyakarta, pusatperbelanjaan, fasilitas umum dan pusat budaya. Batasan temporal dimulai sejaktahun 2000 hingga2017.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan budaya. Metode yang digunakanadalah interdisiplin. Untuk menelaah dimensi kriya atau aspek tesktual pada senirupa ruang publik di Yogyakarta, digunakan teori estetika. Analisis semiotikadiaplikasikan pada pengkajian aspek kontekstual dari karya seni rupa seni publikberdimensi kriya yang dijumpai di lapangan. Metode pengumpulan data yangakan dilakukan di lapangan selain studi literatur adalah wawancara pada sumbersumberdari masyarakat lokal maupun pendatang, tokoh daerah, penyebaran daftarkuesioner, pendokumentasian karya seni rupa ruangpublik.Capaian dari penelitian adalah temuan konsep atau istilah baru yang terjadi dariekses adanya keberadaan kriya di seni ruang publik Yogyakarta. Fenomenakeberadaan tersebut memberikan dimensi baru bagi keilmuan di domain kriya.Penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi pada wacanaperkembangan ilmu seni rupa, khususnya keilmuan kriya. Luaran dari penelitianini adalah publikasi berupa artikel ilmiah di jurnal internasional dan nasionalbereputasi sebagai pengetahuan tentang keberadaan kriya di ruang publik kotaYogyakarta yang dapat memperkaya dan menyegarkan diskursus perkembangankriya diIndonesia. |
format |
Penelitian |
author |
Alvi Lufiani |
author_facet |
Alvi Lufiani |
author_sort |
Alvi Lufiani |
title |
Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
title_short |
Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
title_full |
Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
title_fullStr |
Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
title_full_unstemmed |
Kriya Pada Seni Ruang Publik di YogyakartaTahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
title_sort |
kriya pada seni ruang publik di yogyakartatahun ke-1 dari rencana 1 tahun |
publisher |
Lembaga Penelitian ISI Yk |
publishDate |
2018 |
url |
http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41793 |
_version_ |
1741201531792785408 |