Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening

Di daerah Jawa Timur khususnya di Tuban, terdapat cerita rakyat yang mulai dilupakan yakni, kisah cinta pahlawan wanita dari Tuban yang berujung dramatis. Cerita Sri Huning melibatkan tiga Kadipaten, yaitu Kadipaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Berkaitan dengan politik, terdapat hal-hal yang ber...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: PUTRI, Mentari Atdi Prillyansari
Format: Tugas Akhir
Language:Indonesian
Published: FSR ISI Yogyakarta 2019
Subjects:
Online Access:http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41807
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
PINJAM
id isilib-41807
record_format oai_dc
spelling isilib-418072020-04-15T13:26:36Z Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening PUTRI, Mentari Atdi Prillyansari Batik FSR ISI Yogyakarta 2019 id Tugas Akhir http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41807 D3/KBF/Put/c/2019 Di daerah Jawa Timur khususnya di Tuban, terdapat cerita rakyat yang mulai dilupakan yakni, kisah cinta pahlawan wanita dari Tuban yang berujung dramatis. Cerita Sri Huning melibatkan tiga Kadipaten, yaitu Kadipaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Berkaitan dengan politik, terdapat hal-hal yang berkaitan dengan perjodohan dan peperangan pada masanya. Sri Huning merupakan sosok pahlawan wanita yang berparas cantik, baik dan menjunjung tinggi negara. Visualisasi cerita Sri Huning ini menjadi sumber ide motif batik sebagai bahan pembuatan busana evenig. Dalam pembuatan karya menggunakan metode-metode yang dapat membantu dalam proses. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan estetika dan egronomi, serta menggunakan metode penciptaan yang meliputi: metode pengumpulan data, analisis data, perancangan, dan perwujudan. Metode estetika digunakan untuk mempelajari tentang keindahan dalam penciptaan motif visualisasi Sri Huning. Metode egronomi digunakan dalam pembuatan karya agar dapat mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan saat busana digunakan. Penerapan metode penciptaan digunakan untuk memperkuat konsep mulai dari observasi hingga perwujudan karya. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini membuat enam buah karya. Keseluruhan karya memiliki judul yang saling berkesinambungan dengan penggambaran sederhana dari kisah Sri Huning. Setiap karya memiliki bentuk dan karaktersitik yang berbeda-beda. Penerapan pada busana evening dengan tujuan menjadi wadah baru dan mengingat kembali kisah perjuangan Sri Huning. Kata Kunci : Batik, Sri Huning, Busana Evening Yogyakarta xv+90 hal.; ilus.; bib.; 30 cm NONE http://opac.isi.ac.id//images/default/image.png
institution Institut Seni Indonesia Yogyakarta
collection Perpustakaan Yogyakarta
language Indonesian
topic Batik
NONE
spellingShingle Batik
NONE
PUTRI, Mentari Atdi Prillyansari
Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening
description Di daerah Jawa Timur khususnya di Tuban, terdapat cerita rakyat yang mulai dilupakan yakni, kisah cinta pahlawan wanita dari Tuban yang berujung dramatis. Cerita Sri Huning melibatkan tiga Kadipaten, yaitu Kadipaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Berkaitan dengan politik, terdapat hal-hal yang berkaitan dengan perjodohan dan peperangan pada masanya. Sri Huning merupakan sosok pahlawan wanita yang berparas cantik, baik dan menjunjung tinggi negara. Visualisasi cerita Sri Huning ini menjadi sumber ide motif batik sebagai bahan pembuatan busana evenig. Dalam pembuatan karya menggunakan metode-metode yang dapat membantu dalam proses. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan estetika dan egronomi, serta menggunakan metode penciptaan yang meliputi: metode pengumpulan data, analisis data, perancangan, dan perwujudan. Metode estetika digunakan untuk mempelajari tentang keindahan dalam penciptaan motif visualisasi Sri Huning. Metode egronomi digunakan dalam pembuatan karya agar dapat mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan saat busana digunakan. Penerapan metode penciptaan digunakan untuk memperkuat konsep mulai dari observasi hingga perwujudan karya. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini membuat enam buah karya. Keseluruhan karya memiliki judul yang saling berkesinambungan dengan penggambaran sederhana dari kisah Sri Huning. Setiap karya memiliki bentuk dan karaktersitik yang berbeda-beda. Penerapan pada busana evening dengan tujuan menjadi wadah baru dan mengingat kembali kisah perjuangan Sri Huning. Kata Kunci : Batik, Sri Huning, Busana Evening
format Tugas Akhir
author PUTRI, Mentari Atdi Prillyansari
author_facet PUTRI, Mentari Atdi Prillyansari
author_sort PUTRI, Mentari Atdi Prillyansari
title Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening
title_short Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening
title_full Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening
title_fullStr Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening
title_full_unstemmed Cerita Sri Huning dan Ikon Kota Tuban dalam Motif Batik Busana Evening
title_sort cerita sri huning dan ikon kota tuban dalam motif batik busana evening
publisher FSR ISI Yogyakarta
publishDate 2019
url http://opac.isi.ac.id//index.php?p=show_detail&id=41807
_version_ 1741201534297833472